Dapat Suntikan Modal Rp3 Triliun, Ini Rencana Kerja Jamkrindo

Rabu, 24 Juni 2020 - 23:38 WIB
loading...
Dapat Suntikan Modal...
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - PT Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo akan mendapatkan suntikan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp3 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jamkrindo mendapatkan mandat untuk memberikan penjaminan bagi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah.

Direktur Utama Bahana (selaku induk Holding Asuransi BUMN), Robertus Bilitea mengatakan suntikan modal negara Rp3 triliun ini menjadi energi baru bagi Jamkrindo. Karena bila tidak ada suntikan modal maka gearing ratio bisa melewati batas ketentuan sevbesar 20,8 kali akibat dampak Covid-19.

Aturan gearing ratio ini tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang batas minimal gearing ratio, yaitu sebesar 20 kali dari modal kerja.

"Tanpa adanya PMN, gearing ratio produktif akan melebihi 20 kali selama 5 tahun ke depan sehingga tidak bisa menjamin kredit usaha rakyat (KUR). Dengan tambahan PMN tunai Rp3 triliun maka gearing ratio produktif tetap di bawah 20 kali," terang Robertus dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Robertus menuturkan dengan adanya suntikan modal, hal itu memungkinkan untuk melakukan penambahan kapasitas penjaminan menjadi Rp52 triliun. Sambung dia, dengan tambahan modal itu maka otomatis ekuitas perusahaan menjadi Rp12,8 triliun hingga akhir 2020.

Dan Jamkrindo bersama dengan Askrindo diharapkan dapat memenuhi target penjaminan dari Pemerintah pada 2020 sebesar Rp190 triliun untuk penjaminan KUR.

"Nilai itu terus akan meningkat dari tahun ke tahun hingga tahun 2024 menjadi sebesar Rp325 triliun," katanya. Baca: Hingga Mei 2020, Jamkrindo Telah Salurkan Bantuan Covid-19 Senilai Rp1,25 Miliar

Sedangkan hingga saat ini, Covid-19 telah menekan perekonomian dan geliat UMKM. Hal ini tecermin dari klaim UMKM yang diterima Jamkrindo untuk program KUR tumbuh 26,1% year on year (yoy) dari Rp360,3 miliar menjadi Rp454,3 miliar di Mei 2020. Dan untuk program non KUR tumbuh 4,9% yoy dari Rp229,7 miliar menjadi Rp241 miliar pada Mei 2020.

Lebih lanjut, berdasarkan simulasi hingga 6.000 kali dengan asumsi perekonomian tumbuh 0,4%, Bahana menemukan tanpa adanya program restrukturisasi setelah Covid-19 maka rata-rata rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 14%. Bahkan pada kondisi yang sangat buruk bisa mencapai 36%.

"Pelaku usaha UMKM tidak dapat mengangsur ke bank karena usahanya tidak berjalan. Tingkat kredit bermasalah perbankan meningkat karena krisis ekonomi. Klaim rasio meningkat sehingga dibutuhkan penambahan pencadangan," pungkas Robertus.

Sebagai informasi, sejak 16 Maret 2020, Bahana menjadi induk dari Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan lewat Peraturan Pemerintah No 20/2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara dalam Modal Saham Perseroan. Dengan keluarnya PP ini, Bahana menjadi holding atas Jasa Raharja (Persero), PT Asuransi Jasindo, PT Jamkrindo, PT Askrindo, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa, dan PT Graha Niaga Tata Utama.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
Akad Massal KUR 1.000...
Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali
Hadirkan Perlindungan...
Hadirkan Perlindungan Jiwa yang Fleksibel lewat My Prime Term Protection-Plan Series
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
FIFGROUP Pamer Gedung...
FIFGROUP Pamer Gedung Mewah dan Atap Listrik Matahari!
Rekomendasi
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved