Eropa Coba Melupakan Gas Rusia, Mampukah AS Carikan Pasokan Pengganti?
Jum'at, 24 Juni 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Harga gas di Eropa sendiri telah melonjak lebih dari seperempat selama seminggu terakhir usai Rusia memangkas kapasitas pipa ekspor gas utamanya ke Jerman. Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa Moskow menggunakan ekspor gasnya sebagai tanggapan atas sanksi Uni Eropa (UE) setelah invasi ke Ukraina.
Di sisi lain Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol mengatakan, Eropa harus segera bersiap untuk pemutusan total ekspor gas Rusia musim dingin ini. Dimana Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk memotong permintaan dan menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah menua untuk tetap terbuka.
Eropa sekarang mengimpor sekitar 20% gasnya dari Rusia, menurut para analis, turun dari sekitar 40% sebelum invasi Ukraina. Sedangkan AS merupakan produsen gas alam terkemuka di dunia dan eksportirnya dalam beberapa bulan terakhir telah menjalankan pabrik untuk meningkatkan pasokan ke Uni Eropa.
Namun, kebakaran baru-baru ini di terminal LNG di Texas yang bertanggung jawab atas hampir 20% dari semua kapasitas pencairan AS telah menghambat pasokan dan membantu menaikkan harga gas di Eropa, yang diperdagangkan di atas 125 euro per megawatt jam pada hari Rabu, kemarin dilansir Financial Times.
Sebagai informasi UE dan Washington mengumumkan kesepakatan pada bulan Maret untuk meningkatkan pasokan LNG ke Eropa untuk beberapa tahun ke depan dalam upaya membantu kawasan itu mematahkan ketergantungannya pada gas Rusia.
Ineos, yang dimiliki oleh Jim Ratcliffe, memiliki bisnis yang luas mencakup petrokimia, kilang, dan produksi minyak dan gas.Baca Juga: 12 Negara Uni Eropa Terkena Dampak Pemotongan Gas dari Rusia
Perusahaan mengatakan perjanjiannya dengan Sempra adalah bagian dari strategi untuk membangun jaringan kapasitas pencairan, pengiriman, dan regasifikasi untuk memberikan "energi yang andal" kepada operasi dan pelanggannya di Eropa dan di seluruh dunia.
Di sisi lain Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol mengatakan, Eropa harus segera bersiap untuk pemutusan total ekspor gas Rusia musim dingin ini. Dimana Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk memotong permintaan dan menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah menua untuk tetap terbuka.
Eropa sekarang mengimpor sekitar 20% gasnya dari Rusia, menurut para analis, turun dari sekitar 40% sebelum invasi Ukraina. Sedangkan AS merupakan produsen gas alam terkemuka di dunia dan eksportirnya dalam beberapa bulan terakhir telah menjalankan pabrik untuk meningkatkan pasokan ke Uni Eropa.
Namun, kebakaran baru-baru ini di terminal LNG di Texas yang bertanggung jawab atas hampir 20% dari semua kapasitas pencairan AS telah menghambat pasokan dan membantu menaikkan harga gas di Eropa, yang diperdagangkan di atas 125 euro per megawatt jam pada hari Rabu, kemarin dilansir Financial Times.
Sebagai informasi UE dan Washington mengumumkan kesepakatan pada bulan Maret untuk meningkatkan pasokan LNG ke Eropa untuk beberapa tahun ke depan dalam upaya membantu kawasan itu mematahkan ketergantungannya pada gas Rusia.
Ineos, yang dimiliki oleh Jim Ratcliffe, memiliki bisnis yang luas mencakup petrokimia, kilang, dan produksi minyak dan gas.Baca Juga: 12 Negara Uni Eropa Terkena Dampak Pemotongan Gas dari Rusia
Perusahaan mengatakan perjanjiannya dengan Sempra adalah bagian dari strategi untuk membangun jaringan kapasitas pencairan, pengiriman, dan regasifikasi untuk memberikan "energi yang andal" kepada operasi dan pelanggannya di Eropa dan di seluruh dunia.
Lihat Juga :