Pakar Serukan Pentingnya Penelitian Rokok Elektrik

Jum'at, 24 Juni 2022 - 22:13 WIB
loading...
Pakar Serukan Pentingnya...
Tercatat dari laporan Global Tobacco Harm Reduction 2021, jumlah vapers global yang semula 68 juta pada 2020 meningkat jadi 82 juta pengguna di 2021. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengurangan dampak buruk tembakau adalah intervensi yang kian populer untuk berhenti merokok. Hal ini tercermin dari tren pemakaian produk tembakau alternatif seperti vape , tembakau yang dipanaskan (HTP), dan snus yang semakin meningkat dan menarik perhatian pemerintah di berbagai belahan dunia.

Tercatat dari laporan Global Tobacco Harm Reduction 2021, jumlah vapers global yang semula 68 juta pada 2020 meningkat jadi 82 juta pengguna di 2021. Dengan potensi yang besar, informasi yang akurat bagi regulasi tembakau alternatif sangat dibutuhkan untuk mendukung industri yang tengah berkembang.

Baca Juga: Catatan Pentingnya Standarisasi Buat Produk Vape

Belakangan muncul perdebatan mengenai efisiensi rasa likuid (flavour) dalam menurunkan angka prevalensi merokok. Pakar toksikologi dari Universitas Graz, Profesor Bernd Mayer menyampaikan, bahwa berbagai regulasi yang melarang varian rasa vape untuk dijual di publik berawal dari ketidaktahuan publik mengenai kandungan dari varian rasa vape itu sendiri.

Bernd mengklarifikasi, bahwa varian rasa tidak menargetkan anak-anak, melainkan menjadi pilihan pengguna vape dewasa seperti ia sendiri.

“Saya telah melakukan analisis di laboratorium yang bersertifikasi. Hasilnya menyatakan bahwa rasa tembakau adalah yang paling kompleks karena mengandung sebanyak 60–70 senyawa individu. Sementara senyawa yang terkandung pada rasa vape lain pada umumnya hanya sebanyak 10 senyawa individu,” kata Bernd.

Di sisi lain, pakar kesehatan mancanegara Dr. Alex Wodak mengatakan, bahwa produk alternatif yang terdiri dari vape, tembakau yang dipanaskan (HTP), snus, dan kantong nikotin sebagai sebuah inovasi disruptif yang dapat mengurangi dampak buruk kesehatan.

Melansir dari artikel inovasitembakau.com, ketua dari Australian Tobacco Harm Reduction Alliance (ATHRA) ini menyampaikan bahwa selain resah dengan misinformasi yang beredar, mempublikasi jurnal kesehatan terkait produk tembakau alternatif menjadi tantangan besar di Australia.

Penelitian Dalam Negeri

Senada dengan pendapat dalam negeri, Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto menilai fenomena penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape kian populer karena masyarakat semakin mendapatkan ilmu tentang kelebihan rendah risiko kesehatan yang ada. Industri vape di tanah air juga memiliki prospek dan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Saat ini industri vape mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 80-100 ribu tenaga kerja. Kami meyakini vape akan terus berkembang selama 10 tahun ke depan, inovasi-inovasi akan terus berjalan dan pelaku usaha pun akan bertumbuh,” kata Aryo.

Baca Juga: Standarisasi Vape Mendesak Demi Melindungi Konsumen

Lebih lanjut, Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Johan Sumantri mengaku industri yang berkembang ini membutuhkan penelitian yang lebih banyak untuk mendukung pemahaman publik serta formulasi kebijakan yang lebih akurat.

Johan berharap untuk menyamakan komitmen komunitas, industri, dan pemerintah dari sisi sistem dan regulasi. Ia menyebut sinkronisasi misi menjadi awalan yang penting dalam mencapai tujuan bersama.

“Kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, konsumen, akademisi dan juga organisasi masyarakat dalam sinkronisasi menjadi penting untuk penyusunan kebijakan yang tepat dan berbasis bukti ilmiah. Hal ini guna mendukung perokok dewasa yang sulit berhenti merokok untuk beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko,” tutup Johan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrak Gandeng Vapestore...
Gebrak Gandeng Vapestore Perluas Edukasi Konsumen Vape
APVINDO: Regulasi Vape...
APVINDO: Regulasi Vape Harus Berdasar Kajian Ilmiah dan Menyeluruh
Respons Aturan Whip...
Respons Aturan Whip Pink dan Vape, 4 Asosiasi Tekankan Pentingnya Dialog
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
PPEI Gelar Munas 2025,...
PPEI Gelar Munas 2025, Bahas Masa Depan dan Tantangan Industri Vape
Perkuat Inovasi, Delta...
Perkuat Inovasi, Delta Sukses Teknologi Luncurkan DWAY Ultra dan DJOY BEAM Series
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Isu Narkoba dan Wacana...
Isu Narkoba dan Wacana Pelarangan, Pekerja Vape Jadi Pihak Paling Terdampak
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Rekomendasi
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved