IHSG Dibuka Memerah Usai Kehilangan 42,74 Poin, Bursa Korsel Anjlok Hampir 2%
Kamis, 25 Juni 2020 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT. Astra International Tbk (ASII) turun Rp160 menjadi Rp4.840, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp100 ke posisi Rp47.600 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) berkurang Rp40 menjadi Rp2.560.
(Baca Juga: Dana Asing Terus Kabur, Sri Mulyani Ungkap Pasar Keuangan Masih Tertekan )
Sementara itu, bursa utama wilayah Asia Pasifik juga tergelincir pada perdagangan Kamis pagi setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan ekonomi sekali lagi. Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) menelan kerugian paling dalam usai anjlok 1,68%.
Tren pelemahan juga terlihat di Jepang, dimana indeks Nikkei tergelincir 0,96% sedangkan indeks Topix menyusut 0,98%. Saham di Australia juga menurun, dengan S&P/ASX 200 turun 1,34%. Untuk di Asia Tenggara, indeks Straits Times ambruk 1,37%.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,58% lebih rendah. Pasar saham di China dan Hong Kong ditutup pada hari Kamis karena liburan. IMF memangkas memperkirakan kontraksi dari 4,9% terhadap produk domestik bruto global di 2020, menjadi lebih rendah menjadi jatuh 3% pada bulan April.
(Baca Juga: Dana Asing Terus Kabur, Sri Mulyani Ungkap Pasar Keuangan Masih Tertekan )
Sementara itu, bursa utama wilayah Asia Pasifik juga tergelincir pada perdagangan Kamis pagi setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan ekonomi sekali lagi. Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) menelan kerugian paling dalam usai anjlok 1,68%.
Tren pelemahan juga terlihat di Jepang, dimana indeks Nikkei tergelincir 0,96% sedangkan indeks Topix menyusut 0,98%. Saham di Australia juga menurun, dengan S&P/ASX 200 turun 1,34%. Untuk di Asia Tenggara, indeks Straits Times ambruk 1,37%.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,58% lebih rendah. Pasar saham di China dan Hong Kong ditutup pada hari Kamis karena liburan. IMF memangkas memperkirakan kontraksi dari 4,9% terhadap produk domestik bruto global di 2020, menjadi lebih rendah menjadi jatuh 3% pada bulan April.
(akr)
Lihat Juga :