alexametrics

IHSG Dibuka Memerah Usai Kehilangan 42,74 Poin, Bursa Korsel Anjlok Hampir 2%

loading...
IHSG Dibuka Memerah Usai Kehilangan 42,74 Poin, Bursa Korsel Anjlok Hampir 2%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (25/6/2020) masih bergerak fluktuatif usai dibuka kembali berbalik memerah setelah sebelumnya mampu bergerak naik. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (25/6/2020) masih bergerak fluktuatif usai dibuka kembali berbalik memerah setelah sebelumnya mampu bergerak naik. Pagi ini tercatat, IHSG melemah -42,74 poin atau 0,86% menjadi 4.921,99.

Sebelumnya bursa saham Tanah Air pada perdagangan Rabu kemarin, tercatat terkerek naik 1,75% atau 85,60 poin untuk bertengger ke level 4.964,73. Laju positif IHSG mengiringi lompatan bursa utama Asia di sesi sore kemarin.

(Baca Juga: IHSG Berakhir Menghijau di Level 4.964 Saat Bursa Asia Terkerek Naik)



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp65 miliar dengan volume mencapai 76 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,92 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp9,09 miliar. Tercatat sebesar 45 saham menguat, 122 saham melemah dan 69 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT. Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) naik Rp100 menjadi Rp6.275, PT Hensel Davest Indonesia Tbk. (HDIT) bertambah Rp40 ke posisi Rp630 dan PT. M Cash Integrasi Tbk PT (MCAS) meningkat Rp20 menjadi Rp1.390.

Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT. Astra International Tbk (ASII) turun Rp160 menjadi Rp4.840, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp100 ke posisi Rp47.600 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) berkurang Rp40 menjadi Rp2.560.

(Baca Juga: Dana Asing Terus Kabur, Sri Mulyani Ungkap Pasar Keuangan Masih Tertekan)

Sementara itu, bursa utama wilayah Asia Pasifik juga tergelincir pada perdagangan Kamis pagi setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan ekonomi sekali lagi. Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) menelan kerugian paling dalam usai anjlok 1,68%.

Tren pelemahan juga terlihat di Jepang, dimana indeks Nikkei tergelincir 0,96% sedangkan indeks Topix menyusut 0,98%. Saham di Australia juga menurun, dengan S&P/ASX 200 turun 1,34%. Untuk di Asia Tenggara, indeks Straits Times ambruk 1,37%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,58% lebih rendah. Pasar saham di China dan Hong Kong ditutup pada hari Kamis karena liburan. IMF memangkas memperkirakan kontraksi dari 4,9% terhadap produk domestik bruto global di 2020, menjadi lebih rendah menjadi jatuh 3% pada bulan April.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top