54 UMKM Binaan Rumah Kreatif BUMN Raup Cuan di Pasar Rakyat Mojokerto
Minggu, 26 Juni 2022 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berterima kasih atas diselenggarakannya Pasar Rakyat di Mojokerto. "Kami juga mengapresiasi atas fasilitasi yang diberikan BUMN untuk pelaku usaha yang ada di Mojokerto. Insya Allah, UMKM semakin maju dan optimistis pascapandemi," katanya.
Dia menambahkan, Pemkot Mojokerto akan segera berkoordinasi dengan rumah BUMN untuk membantu UMKM yang butuh pinjaman modal serta mengasah kemampuannya melalui pelatihan bisnis agar bisa naik kelas. Menurut dia, pemerintah telah mengalokasikan APBD untuk pelatihan inkubasi wirausaha warga terdampak pandemi Covid-19 melalui program Pelatihan, Pendampingan, Permodalan serta Pembentukan Koperasi (4P).
Saat ini, ungkap Ika, sudah ada sekitar 2.000 pelaku usaha yang lahir dari program tersebut yang berdampak mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang sempat minus 3,69% akibat krisis Covid-19 pun sudah bisa tumbuh sekira 3,65% pada 2021.
Sementara itu, para perserta pameran juga sangat mengapresiasi gelaran ini. Kegiatan ini dinilai sangat positif bagi pelaku UMKM dan bisa menjadi penyemangat bagi UMKM pemula maupun yang sudah berkembang usahanya. "Kalau bisa sering-sering diadakan event seperti itu untuk pemulihan ekonomi para pelaku UMKM setelah kurang lebih dua tahun vakum karena Covid-19," tutur Siti Aminah, pemilik Ngublex Cake & Catering.
Hal senada diungkapkan peserta pameran lainnya, Wahyu Shihabuddin, pemilik Lawuh yang berjualan aneka makanan beku pada acara tersebut. Tak sampai dua jam, kata dia, dagangannya sudah ludes terjual. "Saya bersyukur sekali dengan adanya kegiatan bazar dari BUMN. Sangat membantu UMKM. Jualan sempol saya laris manis ludes tak bersisa. Alhamdulillah bisa menghasilkan omzet Rp400 ribu dengan jualan tidak sampai dua jam," ujarnya. "Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi dan bisa berkesinambungan. Tadi saya cuma bawa barang sedikit namun es podeng sama jamu kunir asem yang saya jual habis. Omzet saya Rp287 ribu," imbuhIndah C, pemilik AQUU dan Indah Catering.
Dia menambahkan, Pemkot Mojokerto akan segera berkoordinasi dengan rumah BUMN untuk membantu UMKM yang butuh pinjaman modal serta mengasah kemampuannya melalui pelatihan bisnis agar bisa naik kelas. Menurut dia, pemerintah telah mengalokasikan APBD untuk pelatihan inkubasi wirausaha warga terdampak pandemi Covid-19 melalui program Pelatihan, Pendampingan, Permodalan serta Pembentukan Koperasi (4P).
Saat ini, ungkap Ika, sudah ada sekitar 2.000 pelaku usaha yang lahir dari program tersebut yang berdampak mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang sempat minus 3,69% akibat krisis Covid-19 pun sudah bisa tumbuh sekira 3,65% pada 2021.
Sementara itu, para perserta pameran juga sangat mengapresiasi gelaran ini. Kegiatan ini dinilai sangat positif bagi pelaku UMKM dan bisa menjadi penyemangat bagi UMKM pemula maupun yang sudah berkembang usahanya. "Kalau bisa sering-sering diadakan event seperti itu untuk pemulihan ekonomi para pelaku UMKM setelah kurang lebih dua tahun vakum karena Covid-19," tutur Siti Aminah, pemilik Ngublex Cake & Catering.
Hal senada diungkapkan peserta pameran lainnya, Wahyu Shihabuddin, pemilik Lawuh yang berjualan aneka makanan beku pada acara tersebut. Tak sampai dua jam, kata dia, dagangannya sudah ludes terjual. "Saya bersyukur sekali dengan adanya kegiatan bazar dari BUMN. Sangat membantu UMKM. Jualan sempol saya laris manis ludes tak bersisa. Alhamdulillah bisa menghasilkan omzet Rp400 ribu dengan jualan tidak sampai dua jam," ujarnya. "Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi dan bisa berkesinambungan. Tadi saya cuma bawa barang sedikit namun es podeng sama jamu kunir asem yang saya jual habis. Omzet saya Rp287 ribu," imbuhIndah C, pemilik AQUU dan Indah Catering.
Lihat Juga :