Integrasi Moda Angkutan dan Tiket akan Dorong Pengguna Transportasi Umum
Selasa, 28 Juni 2022 - 21:24 WIB
loading...
Integrasi MRT dan LRT akan meningkatkan penggunaan transportasi publik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Normalnya aktivitas masyarakat, setelah dua tahun melakukan work from home (WFH) membuat kondisi lalu lintas kembali diwarnai kemacetan, khususnya di Jabodetabek. Seperti biasa, padatnya lalu lintas tersebut dikarenakan masyarakat masih lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum .
Baca juga: Kendaraan Nir-Awak Bakal Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN
Pengamat transportasi dan tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan persoalan kemacetan di Jabodetabek merupakan masalah klasik dari tahun ke tahun, terutama di Jakarta. Hal itu dikarenakan arus transportasi mengarah pada satu titik, yaitu ke Jakarta.
Keengganan masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum salah satunya karena kurang terintegrasinya moda transportasi publik dengan tempat tinggal atau lingkungan perumahan para pekerja. “Transportasi publik itu dibangun di tengah kota, LRT dan sebagainya di situ, sementara pekerja di Jakarta itu tinggal di pinggir kota. Jadi perlu ada penghubung antara pinggiran dan tengah kota,” katanya, Selasa (28/6/2022).
Agar moda transportasi tersebut terintegrasi, lanjut Yayat, perlu ada kolaborasi atau kerja sama business to business antar stakeholder terkait. Seperti kerja sama mass rapid transit (MRT) Jakarta) dengan light rail transit (LRT) dan Transjakarta dalam integrasi satu tarif agar lebih terjangkau.
Baca juga: Kendaraan Nir-Awak Bakal Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN
Pengamat transportasi dan tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan persoalan kemacetan di Jabodetabek merupakan masalah klasik dari tahun ke tahun, terutama di Jakarta. Hal itu dikarenakan arus transportasi mengarah pada satu titik, yaitu ke Jakarta.
Keengganan masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum salah satunya karena kurang terintegrasinya moda transportasi publik dengan tempat tinggal atau lingkungan perumahan para pekerja. “Transportasi publik itu dibangun di tengah kota, LRT dan sebagainya di situ, sementara pekerja di Jakarta itu tinggal di pinggir kota. Jadi perlu ada penghubung antara pinggiran dan tengah kota,” katanya, Selasa (28/6/2022).
Agar moda transportasi tersebut terintegrasi, lanjut Yayat, perlu ada kolaborasi atau kerja sama business to business antar stakeholder terkait. Seperti kerja sama mass rapid transit (MRT) Jakarta) dengan light rail transit (LRT) dan Transjakarta dalam integrasi satu tarif agar lebih terjangkau.
Lihat Juga :