Konsensus Analis Prediksi Pendapatan SILO Tumbuh Tahun Ini, LKPR Terimbas Positif
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:15 WIB
loading...
Konsensus analis Bloomberg memprediksi pendapatan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) akan terus bertumbuh pada tahun ini, meskipun pasien Covid-19 menurun.
A
A
A
JAKARTA - Konsensus analis Bloomberg memprediksi pendapatan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) akan terus bertumbuh pada tahun ini, meskipun pasien Covid-19 menurun. Bahkan, konsensus tersebut memproyeksikan SILO akan mampu membukukan pendapatan Rp8,48 triliun di tahun 2022.
Konsensus analis Bloomberg juga memperkirakan SILO akan meraih laba bersih Rp477,69 miliar dan EBITDA sebesar Rp1,83 triliun pada tahun 2022. Hal ini tentu saja berimbas positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 57,9% dari sebelumnya 55,4%.
(Baca juga:Pendapatan Naik 18%, Kinerja Siloam Menguat)
Sementara itu, pada kuartal I/2022, SILO meraih pendapatan Rp2,2 triliun didukung peningkatan jumlah pasien meskipun pasien Covid-19 menurun. Jumlah pasien rawat inap mencapai lebih dari 51.000 pasien per Maret 2022, meningkat 26,2% YoY (year on year), dan pasien rawat jalan 699.000 pasien, naik 28,3% YoY.
Pada Kamis (16/6/2022), SILO juga meresmikan Labuan Bajo International Medical Center (LBIMC) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan fasilitas kesehatan ke-2 yang dibangun oleh SILO di NTT. Sebelumnya, pada tahun 2016, SILO terlebih dahulu mendirikan RS Siloam Labuan Bajo.
(Baca juga:Manajemen Baru, Kinerja Siloam Hospitals Makin Kuat)
Pada Kuartal I/2022, SILO juga membuka rumah sakit franchise pertama di Holland Village, yaitu Siloam Hospitals Agora. Melalui model bisnis ini, investor menggunakan modal mereka untuk membangun dan melengkapi fasilitas rumah sakit, dan SILO akan berperan sebagai pengelola. Oleh karena itu, SILO dapat menghasilkan pendapatan tambahan tanpa risiko investasi.
Konsensus analis Bloomberg juga memperkirakan SILO akan meraih laba bersih Rp477,69 miliar dan EBITDA sebesar Rp1,83 triliun pada tahun 2022. Hal ini tentu saja berimbas positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 57,9% dari sebelumnya 55,4%.
(Baca juga:Pendapatan Naik 18%, Kinerja Siloam Menguat)
Sementara itu, pada kuartal I/2022, SILO meraih pendapatan Rp2,2 triliun didukung peningkatan jumlah pasien meskipun pasien Covid-19 menurun. Jumlah pasien rawat inap mencapai lebih dari 51.000 pasien per Maret 2022, meningkat 26,2% YoY (year on year), dan pasien rawat jalan 699.000 pasien, naik 28,3% YoY.
Pada Kamis (16/6/2022), SILO juga meresmikan Labuan Bajo International Medical Center (LBIMC) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan fasilitas kesehatan ke-2 yang dibangun oleh SILO di NTT. Sebelumnya, pada tahun 2016, SILO terlebih dahulu mendirikan RS Siloam Labuan Bajo.
(Baca juga:Manajemen Baru, Kinerja Siloam Hospitals Makin Kuat)
Pada Kuartal I/2022, SILO juga membuka rumah sakit franchise pertama di Holland Village, yaitu Siloam Hospitals Agora. Melalui model bisnis ini, investor menggunakan modal mereka untuk membangun dan melengkapi fasilitas rumah sakit, dan SILO akan berperan sebagai pengelola. Oleh karena itu, SILO dapat menghasilkan pendapatan tambahan tanpa risiko investasi.
Lihat Juga :