Digitalisasi Pembayaran Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 29 Juni 2022 - 15:15 WIB
loading...
Digitalisasi Pembayaran...
Pembayaran digital terus berkembang pasca-pandemi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sistem pembayaran dan pola transaksi ekonomi terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi dalam sistem pembayaran menggeser peran uang tunai sebagai alat pembayaran, menjadi alat pembayaran non-tunai yang lebih efisien. Sistem pembayaran yang efektif dan efisien berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas perekonomian.

Baca juga: Saktinya Kebijakan Cemumuah BI: Bakal Dongkrak Nilai Transaksi Digital Banking Rp51.729 Triliun

“Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia adalah sistem pembayaran digital yang semakin seamless. Selama dua tahun pandemi melanda Indonesia, akselerasi pembayaran digital di Indonesia telah menjadi solusi untuk pemulihan ekonomi," kata Kemal E.Gani, Group Chief SWA, dalam konferensi virtual yang bertajuk “Business Operations Enablement Through The use of Integrated Payment Solutions” Selasa (28/6/2022).

Andiwiana Saptonarwanto, Kepala Grup Operasional Departmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah regulasi pendukung sistem transaksi keuangan elektronik. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait, penyediaan infrastruktur dan perubahan perilaku menuju ekosistem digital. BI saat ini sudah siap untuk memfasilitasi transaksi keuangan elektronik untuk semua model bisnis.

Kedua, BI juga telah menyiapkan regulasi dan kebijakan yang mendukung. Ketiga, optimalisasi sumber daya lokal. Keempat edukasi dan monitoring. Strategi elektronifikasi transaksi keuangan BI telah mencakup 4 bidang penting: (1). Elektronifikasi bantuan sosial, (2). Elektronifikasi Transaksi Pemerintah, (3). Elektronifikasi transportasi dan tol. (4). Elektronifikasi ritel lainnya.

"Ke depan pemerintah sedang siapkan untuk bidang kesehatan, pariwisata serta bidang layanan masyarakat lainnya," kata Andiwiana.

Digitalisasi Pembayaran Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi


Sementara itu, Roy Sembel, Professor of Finance Management, IPMI Business School, menyampaikan salah satu isu global yang menjadi perhatian dunia selain isu-isu lingkungan hidup, adalah isu digital inequality. Jadi dengan adanya digital payment system akan bisa mengurangi digital inequality. Saat ini dengan terjadinya perang rusia Ukraina dampaknya ke GDP dan inflasi negara-negara di dunia sangat terasa, untuk itu efisiensi makin dibutuhkan salah satunya dengan digitalisasi termasuk digitalisasi sistem pembayaran.

"Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder untuk menangkap peluang ekonomi digital yang di dalamnya digerakkan oleh digital payment,” kata Roy.

Sepandangan, Roy N Mandey Pertama, Roy N Mandey, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memaparkan ada beberapa peluang yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan revenue jika retailer menggunakan digital payments. Pertama, membuka cross-border sales yang tinggi. Kedua, membuka konversi yang tinggi. Ketiga, kemudahan user atau customer untuk membeli secara kontekstual,

"Keempat, sistem pembayaran tertaut (linking payments) mendorong kekuatan belanja customer, semakin besar nilai belanjanya. Kelima, meningkatkan belanja dan loyalitas pelanggan.

Baca juga: India Memanas, Warga Hindu Dipenggal karena Dukung Penghina Nabi Muhammad

Nor Meydia, Head of Business Development Xendit, menekankan pentingnya pembayaran digital untuk bisnis. Untuk perusahaan B2C, ini akan membawa bisnis memasuki pasar yang berisi pelanggan yang digital literasinya sudah sangat baik. Mereka adalah kelompok usia 25-34 tahun yang menyumbang lebih dari 50% belanja online.
"Daya beli kelompok ini akan meningkat dalam dekade berikut," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Visa Soroti Peran AI...
Visa Soroti Peran AI dalam Transformasi Industri Pembayaran Digital
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Kemudahan Digital Jadi...
Kemudahan Digital Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Rekomendasi
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved