Jawa Barat Siap Tampung Relokasi Pabrik AS dan Jepang dari China
Kamis, 25 Juni 2020 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Sejak tahun lalu, lanjut Kang Emil, pihaknya pun sudah mengincar peluang investasi dengan maraknya relokasi investasi dari China. Pada acara West Java Investment Summit 2019 misalnya, sebanyak 26 memoramdum of understanding (MoU) diteken antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek investasi di Jabar.
Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi di Jabar pun beberapa kali menduduki peringkat pertama di Indonesia. Sepanjang 2019 saja, realisasi investasi di Jabar mencapai Rp137,5 triliun. Beberapa investor besar yang masuk ke Jabar tahun lalu, di antaranya Amazon dengan investasi sebesar Rp40 triliun dan Hyundai yang menggelontorkan investasi sebesar Rp100 triliun.
"Namun, dengan adanya Covid-19, industri di Jawa Barat mengalami penurunan. Sektor jasa mengalami penurunan mencapai 4,8%, dan sektor industri manufaktur menurun 4,2% akibat pandemi Covid-19," ungkap Kang Emil dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).
Oleh karenanya, lanjut Kang Emil, Provinsi Jabar harus terus menarik investasi yang lebih besar untuk mengembalikan kondisi perekonomian pasca pandemi Covid-19 dan pihaknya siap menyambut peluang investasi yang masuk ke Jabar.
"Jawa Barat akan terus meningkatkan kemudahan birokrasi dan proaktif menjemput investasi. Kami optimistis, investasi ke Jawa Barat akan mulai pulih seiring baiknya penanganan dan pengendalian Covid-19 di Provinsi Jabar," tandasnya.
Meski begitu, menarik relokasi investasi dari China tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain, seperti Vietnam dan Thailand yang menyiapkan berbagai daya tarik untuk menampung relokasi investasi dari China.
Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi di Jabar pun beberapa kali menduduki peringkat pertama di Indonesia. Sepanjang 2019 saja, realisasi investasi di Jabar mencapai Rp137,5 triliun. Beberapa investor besar yang masuk ke Jabar tahun lalu, di antaranya Amazon dengan investasi sebesar Rp40 triliun dan Hyundai yang menggelontorkan investasi sebesar Rp100 triliun.
"Namun, dengan adanya Covid-19, industri di Jawa Barat mengalami penurunan. Sektor jasa mengalami penurunan mencapai 4,8%, dan sektor industri manufaktur menurun 4,2% akibat pandemi Covid-19," ungkap Kang Emil dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).
Oleh karenanya, lanjut Kang Emil, Provinsi Jabar harus terus menarik investasi yang lebih besar untuk mengembalikan kondisi perekonomian pasca pandemi Covid-19 dan pihaknya siap menyambut peluang investasi yang masuk ke Jabar.
"Jawa Barat akan terus meningkatkan kemudahan birokrasi dan proaktif menjemput investasi. Kami optimistis, investasi ke Jawa Barat akan mulai pulih seiring baiknya penanganan dan pengendalian Covid-19 di Provinsi Jabar," tandasnya.
Meski begitu, menarik relokasi investasi dari China tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain, seperti Vietnam dan Thailand yang menyiapkan berbagai daya tarik untuk menampung relokasi investasi dari China.
Lihat Juga :