Jawa Barat Siap Tampung Relokasi Pabrik AS dan Jepang dari China

Kamis, 25 Juni 2020 - 17:42 WIB
loading...
Jawa Barat Siap Tampung...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Jawa Barat siap menampung relokasi pabrik AS dan Jepang dari China. Foto/Koran SINDO
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jawa Barat siap menampung relokasi investasi dari China menyusul fenomena penarikan investasi sejumlah negara produsen dari Negeri Tirai Bambu.

Diketahui, pandemi Covid-19 secara langsung mengganggu rantai pasokan global yang dalam dua dekade terakhir yang berpusat di China. Hal tersebut menyebabkan negara-negara produsen, seperti Amerika Serikat dan Jepang berencana merelokasi rantai pasokannya dari China.

Fenomena tersebut menjadi angin segar bagi peluang investasi dalam negeri, karena perusahaan-perusahaan AS dan Jepang berencana merelokasi investasinya dari China ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

Peluang tersebut juga didukung pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang akan mengatur strategi memuluskan datangnya peluang investasi ke Indonesia dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bertugas memfasilitasi calon investor.

Ridwan Kamil menyambut baik upaya yang dilakukan BKPM. Dia menyatakan, siap menampung relokasi investasi dari China. Terlebih, saat ini, Provinsi Jabar menjadi salah satu jantung industri nasional. Setidaknya, terdapat lebih dari 20 kawasan industri di Jabar dengan luas lahan yang tergolong besar dibandingkan kawasan industri di daerah lain.

Bahkan, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menyebutkan, kawasan industri yang tergolong terbesar di Asia Tenggara berada di Provinsi Jabar, yakni kawasan industri Karawang, Bekasi, dan Cikarang. Baca: Agus Gumiwang Bidik 150 Relokasi Perusahaan Jepang dan AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investasi Asing Lebih...
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia, Singapura, dan Vietnam daripada Indonesia
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Puji Ritel Asal Korea,...
Puji Ritel Asal Korea, BPJPH: Investasi Asing Justru Peduli Aturan Halal
Ajak Pengusaha Jepang...
Ajak Pengusaha Jepang Berinvestasi, Presiden Prabowo Pamer Peran Vital Satgas Debottlenecking
Investasi Jepang Rp370...
Investasi Jepang Rp370 Triliun Bakal Guyur Indonesia, Sektor Apa Saja?
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
15 Hari Maraton Diplomasi,...
15 Hari Maraton Diplomasi, Prabowo Pulang Bawa Investasi dan Kesepakatan Strategis
Abdul Rahman Farisi...
Abdul Rahman Farisi Apresiasi Langkah Bahlil Evaluasi Izin Blok Migas yang Mangkrak
Rekomendasi
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Berita Terkini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved