Bank Mandiri Minta Titan Infra Energy Selesaikan Kredit Macet

Jum'at, 01 Juli 2022 - 14:35 WIB
loading...
Bank Mandiri Minta Titan...
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi salah satu kreditur pinjaman sindikasi ke PT Titan Infra Energy senilai USD450 juta. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kredit macet PT Titan Infra Energy, anak usaha dari Titan Group senilai USD450 juta kepada sejumlah kreditur sindikasi yang terdiri dari PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Credit Suisse, dan Trafigura belum menemukan titik terang.

Hingga tenggat waktu yang disepakati pada 30 Juni 2022 berlalu, para kreditur belum juga menerima proposal restrukturisasi kredit yang dijanjikan PT Titan Infra Energy. Padahal, sebelumnya perusahaan telah menegaskan komitmennya membuka kembali komunikasi untuk menyelesaikan kewajibannya kepada para kreditur.

Baca Juga: Bank Mandiri Rajai Kredit Sindikasi Dalam Negeri

VP Corporate Communication Bank Mandiri Ricky Andriano mempertanyakan itikad baik Titan untuk menunaikan kewajibannya. Pasalnya, kata dia, sejak berhenti mencicil sesuai ketentuan yang berlaku pada Februari 2020, dan mendapat label kredit macet dari para kreditur pada Agustus 2020, hingga kini Titan tak kunjung melaksanakan kewajiban sesuai kesepakatan awal.

Bahkan, selama tiga tahun terakhir, kreditur sindikasi tidak pernah menerima laporan keuangan audited dari perusahaan batu bara ini. Sementara, operasional bisnis perusahaan tambang batu bara tersebut dinilai berlangsung normal di tengah badai pandemi Covid-19 yang menerpa negeri ini.

"Solusi kredit macet ini sebenarnya simpel. Kalau memang Titan beritikad baik, segera lunasi kreditnya ataupun bayar tunggakannya kepada seluruh kreditur sindikasi tanpa berdalih apapun," ujar Ricky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/7/2022).

Berdasarkan data yang diterima kreditur sindikasi, penjualan batu bara yang dilakukan Titan mencapai USD226 juta lebih pada 2020 dan meningkat tajam pada 2021 mencapai USD281 juta lebih. Hal itu salah satunya dipicu oleh tren harga batu bara dunia yang terus merangkak naik, dari USD40 per ton pada saat kredit disalurkan di 2018, melonjak hingga sempat menyentuh USD400 per ton pada Juni 2022.

Dengan harga batu bara dan penjualan yang terus meningkat, kreditur sindikasi menilai Titan mampu menyelesaikan kewajibannya dan tak layak mengajukan restrukturisasi dengan alasan terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Adha Jatuh Pada 9 Juli

Para peserta kredit sindikasi, tegas Ricky, merupakan bank-bank yang memiliki reputasi tinggi di negara masing-masing. Artinya, seluruh keputusan yang telah disepakati keempat institusi keuangan tersebut sudah melalui proses penilaian yang menyeluruh. "Tidak mungkin keempat lembaga keuangan ini menzalimi debiturnya sendiri, karena hidup bank justru dari debitur," imbuh Ricky.

Dia menegaskan, sebagai lembaga intermediasi di mana sumber utama pendanaan bank berasal dari simpanan nasabah, pihak bank akan berupaya keras menuntut debitur memenuhi kewajibannya jika dinilai memiliki kemampuan membayar.

Sebaliknya, imbuh dia, bila ada faktor force majeur, tentunya bank akan melakukan restrukturisasi berupa penjadwalan pembayaran, diskon, dan opsi keringanan lainnya. Termasuk, ikut membantu mencarikan investor baru untuk meringankan beban debitur.

"Alasan yang disebutkan Titan tidak terpenuhi, karena perusahaan masih dalam keadaan baik. Bahkan, saat ini harga batu bara sudah 10 kali lipat dari harga awal. Tentunya, kemampuan perusahaan ada," pungkas Ricky.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Bank Mandiri Ramal Ekonomi...
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal II Melambat Tak Sampai 5,6%
Bank Mandiri Cetak Laba...
Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T
Bank Mandiri Kantongi...
Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Prabowo Sentil Pengusaha...
Prabowo Sentil Pengusaha Besar Suka Minta Restrukturisasi Kredit ke Pemerintah
Naik 13,4%, Bank Mandiri...
Naik 13,4%, Bank Mandiri Gelontorkan Kredit Rp1.895 Triliun di 2025
MJM 2026 Jadi Gelaran...
MJM 2026 Jadi Gelaran Terbesar dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
KPK Telusuri Kredit...
KPK Telusuri Kredit Macet terkait Kasus LPEI
Rekomendasi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved