alexametrics

Surya Esa dukung pembatasan impor migas

loading...
Surya Esa dukung pembatasan impor migas
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Emiten pengolahan energi di bidang pengolahan Liquid Petroleum Gas (LPG), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menyambut baik upaya pemerintah untuk menekan impor minyak bumi dan gas (migas) dan memaksimalkan pengelolaan migas domestik.

Perusahaan yang bergerak di bidang yang memperoleh pasokan gas dari Pertamina EP ini mengaku mendukung upaya pemerintah untuk menekan impor migas.

"Kita mendukung itu karena kita ingin mengembangkan gas elpiji dalam negeri," ujar Direktur Pengembangan Bisnis ESSA Putra Jandhana dalam paparan publik di JW Marriot, Jakarta, Rabu (18/12/2013).



Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan ESSA Kanishk Laroya menerangkan, perseroan masih akan mendapatkan pasokan gas dari Pertamina EP sampai 2022 mendatang.

Dengan demikian, Kanishk berani memastikan bahwa pasokan gas ESSA cukup hingga sembilan tahun mendatang, dengan suplai mencapai 300 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

"Stabilitas pasokan gas dari Pertamina EP sampai 2022, suplainya 300 MMSCFD. Stabilitas pasokan gas kita masih aman sampai tahun 2022," tutur Kanishk.

Di samping itu, perusahaan juga menjamin suplai gas jangka panjang akan diperkuat melalui peningkatan kerja suplier. "Kami berharap dengan adanya suplai gas produksi bisa ditingkatkan," kata dia.

Seiring imbauan pemerintah yang akan menaikan harga gas alam, Kanishk mengatakan, Surya Esa dan Pertamina EP mendukung perubahan harga gas menjadi formula based gas price.

"Elpiji kita naik karena trennya sedang naik. Kita harapkan proyeksi demand di 2014 tetap tinggi. Harga komoditas kita terkait oil and gas global," ujar dia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak