Profil Ahyudin Pendiri ACT, Mengundurkan Diri Membentuk Global Moeslim Charity

Rabu, 06 Juli 2022 - 14:22 WIB
loading...
Profil Ahyudin Pendiri...
Profil Ahyudin pendiri ACT atau Aksi Cepat Tanggap mendadak banyak dicari. Foto DOK ACT
A A A
JAKARTA - Profil Ahyudin pendiri ACT atau Aksi Cepat Tanggap mendadak banyak dicari setelah lembaganya filantropi pengumpul donasi tersebut dituding menyelewengkan dana yang dikumpulkannya.

Melihat dari sejarahnya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini didirikan sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan pada 21 April 2005. Untuk kegiatannya, ACT biasa melakukan kegiatan tanggap darurat, pengembangan masyarakat, dan lainnya. Selain itu, pendiri lembaga ini adalah Ahyudin.

Baca juga : Presiden ACT Minta Maaf ke Masyarakat

Lantas, siapakah sebenarnya Ahyudin ini?

Dikutip dari data laporan tahunan 2020 ACT, Ahyudin merupakan pendiri ACT. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT.

Namun, Ahyudin sendiri diketahui sudah mengundurkan diri dari ACT sejak awal 2022 lalu. Setelahnya, posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Ibnu Khajar. Dari berbagai sumber yang didapat, Ahyudin sendiri memilih mundur karena diterpa isu penyalahgunaan fasilitas lembaganya serta disinyalir menerima gaji yang terlalu besar.

Setelah mundur dari ACT, Ahyudin mendirikan organisasi lain bernama Global Moeslim Charity.

Dikutip dari laman instagramnya di @ahyudingmc, saat ini dia berstatus sebagai President Global Moeslim Charity (GMC). Selain itu, dalam bionya juga tertulis dia menjadi founder dari Act For Humanity atau Aksi Cepat Tanggap, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Global Wakaf, Global Zakat, dan Global Qurban. Saat ini akun instagramnya memiliki 3.500-an pengikut.

Baca juga : ACT Klarifikasi Terkait Penyelewengan Dana: Hanya Ambil 13,7%

Pada perkembangan ACT, Ahyudin menjadikannya sebagai lembaga kemanusiaan global pada tahun 2012. Jangkauan program-programnya pun cukup luas. Bahkan, menjangkau 30 Provinsi dan sekitar 100 kabupaten atau kota di Indonesia.

Sedangkan dalam skala globalnya, ACT telah menyebar ke 22 Negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Eropa Timur.

Terbaru, saat ini lembaga filantropi ACT tengah menjadi sorotan setelah munculnya dugaan penyelewengan dana donasi yang dikumpulkan. Dalam hal ini, pimpinan ACT Ibnu Khajar mengklaim bahwa pihaknya tidak sewenang-wenang mengambil dana yang diamanahkan. Menurutnya, dana yang diambil adalah sebesar 13,7 persen dan telah sesuai syariat. Penggunaannya sendiri dikatakan untuk operasional gaji karyawannya.

Demikian ulasan mengenai profil ahyudin pendiri ACT.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wujudkan Kepedulian...
Wujudkan Kepedulian Sosial, MNC Bank Salurkan Donasi untuk Panti Asuhan di Jakarta Timur
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Peduli Sumatera Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp3,1 Miliar
Bencana Sumatera, Peserta...
Bencana Sumatera, Peserta PLN Mobile EVenture 2025 Galang Donasi Rp149,9 Juta
Indodax Kolaborasi Salurkan...
Indodax Kolaborasi Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Sumatera
AWK Group Salurkan Bantuan...
AWK Group Salurkan Bantuan CSR dan Galang Donasi untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved