Tak Sudi Dijual ke Pengusaha Israel, Produsen Es Krim Ben & Jerry Tuntut Unilever

Rabu, 06 Juli 2022 - 15:34 WIB
loading...
A A A
Gugatan ini menandai adanya perkembangan terbaru dalam kontroversi yang telah dimulai sejak tahun lalu saat Ben & Jerry's mengatakan akan menghentikan penjualan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel sejak perang Enam Hari pada 1967.

Sementara itu, Pemerintah Israel melihat wilayah pendudukan sebagai bagian dari ekonominya dan segala upaya untuk memboikot bisnis di wilayah tersebut dianggap berlaku untuk negaranya. Artinya menghentikan penjualan es krim di wilayah pendudukan akan mengakhiri penjualan di seluruh Israel.

Dalam gugatan tersebut, Ben & Jerry's menyatakan bahwa mereknya identik dengan aktivisme sosial dan sebagai bagian dari kesepakatannya untuk diakuisisi oleh Unilever pada tahun 2000, ia telah mencadangkan "tanggung jawab utama untuk menjaga integritas" merek Ben & Jerry's melalui dewan independen.

Sebelumnya Unilever secara terbuka mengakui hak merek untuk membuat keputusan tentang misi sosialnya. Namun kemudian Ben & Jerry's mengatakan bahwa Unilever tiba-tiba berbalik arah.

Dan kemudian dilanjutkan pada minggu lalu saat Unilever mengumumkan bahwa mereka menjual cabang Israel dari bisnis Ben & Jerry ke American Quality Products, yang melisensikan produk es krim di Israel. American Quality mengatakan akan terus menjual Ben & Jerry's dengan nama Ibrani dan Arab di seluruh Israel dan wilayah pendudukannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
UMP 2026, KSPI Bakal...
UMP 2026, KSPI Bakal Gugat Pemprov Jakarta dan Jabar ke PTUN
AS Rancang Gaza Jadi...
AS Rancang Gaza Jadi Resor Futuristik Senilai Rp1.878 Triliun, Rencana Rekonstruksi 20 Tahun
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Rekomendasi
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved