Suku Bunga Naik, Sri Mulyani Sebut Cicilan KPR Rumah Bakal Makin Berat
Rabu, 06 Juli 2022 - 20:18 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat waspada dengan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan memberatkan cicilan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga menaikkan harga jual perumahan.
"Tingginya suku bunga KPR membuat masyarakat kesulitan memiliki rumah. Untuk membeli rumah 15 tahun mencicil di awal berat, suku bunga dulu, principal-nya di belakang. Itu karena dengan harga rumah tersebut dan interest rate sekarang harus diwaspadai, karena cenderung naik dengan inflasi tinggi," ujar Sri Mulyani dalam Webinar Road to G20 - Securitization Summit 2022 Day 1 di Jakarta, Rabu(6/7/2022).
Baca Juga: Bukan Masalah Sepele, Sri Mulyani Sebut Saat Ini Banyak Negara yang Kacau
Terlebih, demografi Indonesia masih relatif muda, dan generasi muda ini nantinya akan berumah tangga, membutuhkan rumah, tapi tidak bisa afford mendapatkan rumah.
"Purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi, sehingga mereka akhirnya end-up tinggal di rumah mertua, atau dia nyewa. Itu pun kalau mertuanya punya rumah juga, kalau nggak punya rumah, itu juga jadi masalah lebih lagi, menggulung per generasi," ungkap Sri.
"Tingginya suku bunga KPR membuat masyarakat kesulitan memiliki rumah. Untuk membeli rumah 15 tahun mencicil di awal berat, suku bunga dulu, principal-nya di belakang. Itu karena dengan harga rumah tersebut dan interest rate sekarang harus diwaspadai, karena cenderung naik dengan inflasi tinggi," ujar Sri Mulyani dalam Webinar Road to G20 - Securitization Summit 2022 Day 1 di Jakarta, Rabu(6/7/2022).
Baca Juga: Bukan Masalah Sepele, Sri Mulyani Sebut Saat Ini Banyak Negara yang Kacau
Terlebih, demografi Indonesia masih relatif muda, dan generasi muda ini nantinya akan berumah tangga, membutuhkan rumah, tapi tidak bisa afford mendapatkan rumah.
"Purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi, sehingga mereka akhirnya end-up tinggal di rumah mertua, atau dia nyewa. Itu pun kalau mertuanya punya rumah juga, kalau nggak punya rumah, itu juga jadi masalah lebih lagi, menggulung per generasi," ungkap Sri.
Lihat Juga :