Produk Minyak Makan Merah Bisa Diandalkan untuk Atasi Stunting
Jum'at, 08 Juli 2022 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Inovasi ini telah berlangsung semenjak tahun 2019 lalu. Mobil dengan bahan bakar B50 berhasil menjalani uji coba (road test) dengan rute Medan-Jakarta, pulang pergi, pada 25 hingga 31 Januari 2019 lalu. Uji coba tersebut, sukses dan menambah kepercayaan diri para peneliti dan inovator PPKS untuk mematangkan riset dan aplikasi B50 secara luas di masyarakat.
PPKS turut mengembangkan teknologi sederhana produksi minyak makan merah, dengan kandungan senyawa fitonutrien berkadar tinggi. Hasil inovasi minyak makan merah yang diketuai oleh Dr. Frida R. Panjaitan ini memiliki kandungan fitonutrien antara lain karoten (sebagai pro-vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (sebagai vitamin E), dan squalene.
“Minyak makan merah berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional, salah satunya sebagai bahan pangan untuk anti-stunting,” kata Kepala PPKS, M. Edwin S. Lubis.
Lebih lanjut, Edwin menjelaskan, selain sebagai sumber lemak (zat gizi dasar), minyak makan merah, mengandung senyawa fitonutrien yang memiliki sifat sebagai antioksidan dan bioaktivitas lainnya. Kandungan asam oleat dan asam linoleat dalam minyak makan merah, berfungsi untuk pembentukan dan perkembangan otak, transportasi dan metabolisme pada anak. Minyak makan merah juga sesuai digunakan untuk menumis bahan pangan, salad dressing, serta bahan baku margarin dan shortening.
Teknologi produksi minyak makan merah ini dapat dikembangkan pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha kecil berpotensi meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan pekebun, melalui proses pengembangan usaha berbasis produk turunan kelapa sawit berbasis pemberdayaan koperasi.
PPKS turut mengembangkan teknologi sederhana produksi minyak makan merah, dengan kandungan senyawa fitonutrien berkadar tinggi. Hasil inovasi minyak makan merah yang diketuai oleh Dr. Frida R. Panjaitan ini memiliki kandungan fitonutrien antara lain karoten (sebagai pro-vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (sebagai vitamin E), dan squalene.
“Minyak makan merah berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional, salah satunya sebagai bahan pangan untuk anti-stunting,” kata Kepala PPKS, M. Edwin S. Lubis.
Lebih lanjut, Edwin menjelaskan, selain sebagai sumber lemak (zat gizi dasar), minyak makan merah, mengandung senyawa fitonutrien yang memiliki sifat sebagai antioksidan dan bioaktivitas lainnya. Kandungan asam oleat dan asam linoleat dalam minyak makan merah, berfungsi untuk pembentukan dan perkembangan otak, transportasi dan metabolisme pada anak. Minyak makan merah juga sesuai digunakan untuk menumis bahan pangan, salad dressing, serta bahan baku margarin dan shortening.
Teknologi produksi minyak makan merah ini dapat dikembangkan pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha kecil berpotensi meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan pekebun, melalui proses pengembangan usaha berbasis produk turunan kelapa sawit berbasis pemberdayaan koperasi.
Lihat Juga :