Bantuan dari Rusia Jadi Harapan Presiden Sri Lanka Usai Negaranya Kehabisan BBM
Jum'at, 08 Juli 2022 - 05:51 WIB
loading...
A
A
A
"Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, dan budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara kita," tambahnya.
Sri Lanka telah membeli minyak dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir untuk membantu meningkatkan pasokan bahan bakar selama krisis, dan pemerintah telah mengisyaratkan bahwa mereka bersedia membeli lebih banyak dari negara kaya energi itu.
Upaya Rajapaksa untuk menyelesaikan krisis ekonomi terburuk Sri Lanka dalam lebih dari 70 tahun, termasuk mengamankan dukungan keuangan dari India dan China. Namun sejauh ini gagal mengakhiri kekurangan bahan bakar, listrik, makanan, dan barang-barang penting lainnya yang sudah terjadi selama berminggu-minggu.
Pada hari Minggu lalu, Menteri Energi Kanchana Wijesekera mengatakan, negara itu hanya memiliki stok bensin yang tersisa kurang dari sehari jika permintaan tetap secara reguler.
Pekan lalu, pihak berwenang menangguhkan penjualan bensin dan solar untuk kendaraan yang tidak penting dalam upaya untuk mempertahankan stok bahan bakarnya yang semakin menipis.
Pada hari Kamis, Bank Sentral Sri Lanka menaikkan suku bunga utamanya sebesar satu poin secara persentase untuk mengatasi melonjaknya biaya hidup di negara itu.
Sri Lanka telah membeli minyak dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir untuk membantu meningkatkan pasokan bahan bakar selama krisis, dan pemerintah telah mengisyaratkan bahwa mereka bersedia membeli lebih banyak dari negara kaya energi itu.
Upaya Rajapaksa untuk menyelesaikan krisis ekonomi terburuk Sri Lanka dalam lebih dari 70 tahun, termasuk mengamankan dukungan keuangan dari India dan China. Namun sejauh ini gagal mengakhiri kekurangan bahan bakar, listrik, makanan, dan barang-barang penting lainnya yang sudah terjadi selama berminggu-minggu.
Pada hari Minggu lalu, Menteri Energi Kanchana Wijesekera mengatakan, negara itu hanya memiliki stok bensin yang tersisa kurang dari sehari jika permintaan tetap secara reguler.
Pekan lalu, pihak berwenang menangguhkan penjualan bensin dan solar untuk kendaraan yang tidak penting dalam upaya untuk mempertahankan stok bahan bakarnya yang semakin menipis.
Pada hari Kamis, Bank Sentral Sri Lanka menaikkan suku bunga utamanya sebesar satu poin secara persentase untuk mengatasi melonjaknya biaya hidup di negara itu.
Lihat Juga :