Pertama di Indonesia, Jakarta Bakal Punya Pedestrian Tunnel 80 Meter Senilai Rp150 Miliar
Jum'at, 08 Juli 2022 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud dan Direktur Utama PT Wisma Kartika Alvin Gozali, dan disaksikan oleh Anies Baswedan dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.
Alvin Gozali mengatakan, interkonesi bawah tanah ini akan dibangun oleh PT Putragaya Wahana serta perusahaan afiliasinya, PT Wisma Kartika, yang merupakan perusahaan pengembang kawasan Thamrin Nine yang membangun gedung UOB, Autograph Tower, dan Luminary Tower.
“Jadi kita sebagai main develover kawasan Thamrin Nine. Kita bangun MRT tunnel ini di tanahnya Pemprov DKI, tunnelnya dihibah ke DKI dan PT MRT,” ujarnya.
Interkoneksi sepanjang 80 meter ini dibiayai sepenuhnya oleh PT Wisma Kartika dan UOB sebesar Rp150 miliar. Sementara pengelolaan MRT tunnel ini nantinya akan dilakukan dengan joint operation antara PT PGW, Bank UOB, Wima Kartika, dan PT MRT.
Alvin mengungkapkan, pembangunan interkoneksi ini sepenuhnya merupakan social enviromental concession, yang sepenuhnya non-profit. Benefit yang akan didapat kawasan Thamrin Nine kemungkinan pada sisi marketing, serta lalu lintas orang dan harga sewa yang kemungkinan akan meningkat.
“Secara marketing lebih kuat karena banyak orang dan karyawan bisa masuk ke gedung kita, gedungnya jauh lebih produktif dan kememungkinan harga sewanya juga bisa naik. Jadi so far secara sewa dan marketing ini belum terbukti,” ujarnya.
Alvin Gozali mengatakan, interkonesi bawah tanah ini akan dibangun oleh PT Putragaya Wahana serta perusahaan afiliasinya, PT Wisma Kartika, yang merupakan perusahaan pengembang kawasan Thamrin Nine yang membangun gedung UOB, Autograph Tower, dan Luminary Tower.
“Jadi kita sebagai main develover kawasan Thamrin Nine. Kita bangun MRT tunnel ini di tanahnya Pemprov DKI, tunnelnya dihibah ke DKI dan PT MRT,” ujarnya.
Interkoneksi sepanjang 80 meter ini dibiayai sepenuhnya oleh PT Wisma Kartika dan UOB sebesar Rp150 miliar. Sementara pengelolaan MRT tunnel ini nantinya akan dilakukan dengan joint operation antara PT PGW, Bank UOB, Wima Kartika, dan PT MRT.
Alvin mengungkapkan, pembangunan interkoneksi ini sepenuhnya merupakan social enviromental concession, yang sepenuhnya non-profit. Benefit yang akan didapat kawasan Thamrin Nine kemungkinan pada sisi marketing, serta lalu lintas orang dan harga sewa yang kemungkinan akan meningkat.
“Secara marketing lebih kuat karena banyak orang dan karyawan bisa masuk ke gedung kita, gedungnya jauh lebih produktif dan kememungkinan harga sewanya juga bisa naik. Jadi so far secara sewa dan marketing ini belum terbukti,” ujarnya.
Lihat Juga :