Menko Airlangga Bicara Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp4.531 Triliun

Senin, 11 Juli 2022 - 10:35 WIB
loading...
Menko Airlangga Bicara...
Menko Airlangga menerangkan, potensi ekonomi dan keuangan digital memiliki prospek cerah untuk dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan yang baru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi selama hampir 2,5 tahun lamanya. Namun terang dia, reformasi struktural perekonomian Indonesia harus terus berjalan, dan akselerasi inovasi teknologi dan transformasi digital menjadi salah satu strategi utama transformasi atau perubahan ekonomi Indonesia dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Potensi ekonomi dan keuangan digital memiliki prospek cerah untuk dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan yang baru. Di tahun 2021, pertumbuhan perdagangan digital mencapai Rp401 triliun seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi belanja secara online dan didukung sistem pembayaran digital," ujar Menko Airlangga mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Baca Juga: Potensi Ekonomi Digital Capai Rp4.500 Triliun, Tapi Pekerjaan Rumah Masih Banyak

Airlangga mengatakan, bahwa potensi ekonomi digital di 2025 diperkirakan bisa mencapai USD146 miliar dan di tahun 2030 bisa naik delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun. Nilai uang elektronik naik 32,25%, transaksi QRIS tumbuh 245%, dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% secara tahunan.

"Saat ini kita sudah memiliki 2.391 startup, 2 decacorn, dan 8 unicorn. Indonesia menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara, mewakili 40% digitalisasi di Asia Tenggara yang nilainya tembus Rp300 triliun dan didukung perbaikan iklim usaha yang kondusif," ungkap Airlangga.

Digitalisasi ekonomi dan keuangan, sebut dia, terus terakselerasi dengan perbaikan capaian inklusivitas keuangan berdasarkan survei keuangan inklusif yang diselenggarakan oleh BI dan DNKI, tercatat kepemilikan akun sebesar 65,4% dengan produk dan layanan keuangan mencapai 83,6%.

Pihaknya optimis bahwa keuangan inklusif Indonesia bisa ditargetkan di angka 90% di tahun 2024 dan tentu dengan peningkatan sinergi, akselerasi, dan implementasi di tingkat nasional dan daerah.

"Digitalisasi perlu dijaga dengan penguatan sinergi dan investasi dan kebijakan sebagai fondasi untuk membangun Indonesia maju. Sinergi antar otoritas, industri, dan masyarakat telah mampu mendorong stabilitas terutama untuk perbaikan ekonomi nasional dengan upaya pemulihan," tambah Airlangga.

Dia mengatakan, tentunya pemulihan kesehatan dan penguatan kapasitas kelembagaan terus didorong agar efisiensi dan produktivitas bisa terus dicapai. Tak hanya itu, Presiden Jokowi dalam Presidensi G20 Indonesia mengatakan bahwa ini adalah momentum untuk memperkuat ekonomi dan sinergi.

"Pertama adalah sinergi antar negara dalam memperkuat konektivitas dan perlu menjadi prioritas, dan tentunya tidak ada satu negara yang bisa atau maju sendiri. Konektivitas regional dalam hal ini ASEAN dan global menjadi penting termasuk di sektor perbankan dengan digitalisasi layanan keuangan, pembayaran antar negara, dan juga terkait regulasi cukai atau bea masuk antar negara," jelas Airlangga.

Yang kedua adalah akselerasi ekonomi dan keuangan digital dengan sinergi dan inovasi percepatan pemulihan ekonomi nasional, secara nasional pemerintah mendorong berbagai program antara lain di digitalisasi transportasi, bansos, program Kartu Prakerja, dan Gernas BBI. Ini, sambung Airlangga dia, perlu dilanjutkan dengan otoritas dan Kementerian/Lembaga(K/L) terkait.

"Akselerasi UMKM juga menjadi penting, dimana digitalisasi UMKM diharapkan bisa mendorong produk-produk nasional untuk masuk di pasar digital antara lain melalui program BBI. Ketiga, keseimbangan antara inovasi, stabilitas, dan pengembangan ekosistem keuangan dan ekonomi digital, tentu hal ini dibarengi dengan penguatan efektivitas regulasi dan pengawasan," terang Airlangga.

Baca Juga: Mentor UMKM Bisa Cegah Potensi Ekonomi Digital Rp1.800 Triliun Digondol Asing

Berbagai inisiatif dan kebijakan ekonomi dan keuangan digital, lanjut dia, tentu harus didorong oleh penguatan karakter, yakni karakter untuk berubah, karakter untuk berani, dan juga untuk mengkreasi hal-hal yang baru, Karakter-.karakter ini akan memotivasi Indonesia menjadi pemain digital di negara sendiri dan menjadi pemain utama di pasar global.

"Mari kita bersama memperkuat sinergi dan akselerasi ekonomi keuangan digital untuk pemulihan ekonomi nasional. Acara ini merupakan side event G20, dan diharapkan bisa menjadi showcase kemajuan Indonesia di mata dunia, dan juga menjadi akselerator penguatan kerja sama regional," pungkas Airlangga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved