Menanti Adu Kuat Antara Dampak Inflasi AS dan Ekonomi Domestik

Senin, 11 Juli 2022 - 22:07 WIB
loading...
Menanti Adu Kuat Antara...
Pasar saham akan dipengaruhi dampak inflasi AS dan solidnya ekonomi domestik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasar saham domestik serta para pelaku pasar atau investor tengah menunggu dan mewaspadai gejolak pasar jelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Bank sentral AS atau The Federal Reserve ( The Fed ) bersiap menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Baca juga: Hijau Seharian, IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,32% ke 6.740

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, para pelaku pasar dalam negeri juga mencermati dampak dari naiknya inflasi AS yang dapat menyebabkan kinerja rupiah terdepresiasi terhadap dolar.

"Utamanya jika terjadi suatu risiko, seperti kenaikan inflasi yang tidak bisa diimbangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi," kata dia saat dihubungi MPI di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Nafan menambahkan, belum usainya konflik antar Rusia dan Ukraina juga akan menambah efek domino negatif terhadap kinerja bursa di negara-negara yang masuk dalam kategori emerging market.



Meski demikian, kinerja pasar domestik akan ditopang oleh rilis laporan kinerja keuangan emiten yang diperkirakan lebih baik dibandingkan kinerja pada kuartal I 2022, sehingga dapat mengurangi adanya tekanan dari kekhawatiran naiknya inflasi AS.

"Para pelaku pasar masih akan berhati-hati untuk melakukan investasi pada instrumen yang berisiko. Di sisi lain, fundamental ekonomi domestik yang berjalan dengan solid meningkatkan keyakinan investor terhadap kinerja pasar dalam negeri," kata dia.

Sebagaimana diketahui, The Fed sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin. Kenaikan tersebut merupakan yang paling agresif yang pernah dilakukan The Fed sejak 1994.

Baca juga: Fakta-fakta 2 Polisi Saling Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri

The Fed sudah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali, yakni pada Maret sebesar 25 bps, dilanjutkan 50 bps pada bulan Mei dan 75 bps pada Juni lalu.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Evaluasi Ekonomi Nasional,...
Evaluasi Ekonomi Nasional, DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Kebijakan
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved