Soal Investasi Telkomsel di GOTO, Tuduhan Rp600 Miliar Menguap Kurang Tepat
Selasa, 12 Juli 2022 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Isu miring ini bermula dari pesan berantai di grup WA yang menuduh GOTO menyulap pencatatan investasi Telkomsel senilai Rp2,1 triliun. Si penyebar informasi merasa heran, mengapa di laporan keuangan GOTO, investasi Telkomsel senilai Rp2,1 triliun hanya dibukukan senilai Rp1,47 triliun.
Menurut Michell, informasi ini dapat ditemukan pada laporan keuangan konsolidasi GOTO tahun 2021 (audited), dan laporan keuangan GOTO periode 31 Juli 2021 yang juga telah diaudit. Informasi ini pun dicantumkan pada prospektus GOTO sehingga bisa diakses, divalidasi dan diverifikasi kebenarannya oleh semua pihak. Transparan dan tak ada yang ditutupi.
“Intinya sederhana. GOTO mencatat pinjaman konversi dari Telkomsel dengan opsi beli di bagian arus kas pendanaan pihak ketiga yang terbagi di dua pos berbeda, yaitu penerimaan pinjaman dari pihak ketiga, dan penerimaan dari penerbitan instrumen keuangan majemuk lain-lain (Liabilitas Derivatif), masing-masing sebesar Rp1,47 triliun dan Rp0,63 triliun, dengan total USD150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun. Saya melihat itu terang benderang di Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan terkait,” kata Michell.
Ia mengatakan berdasarkan laporan tersebut terlihat bahwa tidak ada pencatatan investasi yang aneh. Nilainya tetap sama, Rp2,1 triliun. Tidak ada Rp600 miliar yang raib, menguap atau tidak jelas.
“Hanya karena melihat pos penerimaan dari pihak ketiga, dan lupa sama pos liabilitas derivatif, lalu dimunculkan informasi Rp600 miliar menguap. Pemgungkapan secara akuntansi sudah sangat memadai, hanya kita perlu lebih teliti atau lebih jujur menyampaikannya pada publik,” tambah dia.
Menurut Michell, informasi ini dapat ditemukan pada laporan keuangan konsolidasi GOTO tahun 2021 (audited), dan laporan keuangan GOTO periode 31 Juli 2021 yang juga telah diaudit. Informasi ini pun dicantumkan pada prospektus GOTO sehingga bisa diakses, divalidasi dan diverifikasi kebenarannya oleh semua pihak. Transparan dan tak ada yang ditutupi.
“Intinya sederhana. GOTO mencatat pinjaman konversi dari Telkomsel dengan opsi beli di bagian arus kas pendanaan pihak ketiga yang terbagi di dua pos berbeda, yaitu penerimaan pinjaman dari pihak ketiga, dan penerimaan dari penerbitan instrumen keuangan majemuk lain-lain (Liabilitas Derivatif), masing-masing sebesar Rp1,47 triliun dan Rp0,63 triliun, dengan total USD150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun. Saya melihat itu terang benderang di Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan terkait,” kata Michell.
Ia mengatakan berdasarkan laporan tersebut terlihat bahwa tidak ada pencatatan investasi yang aneh. Nilainya tetap sama, Rp2,1 triliun. Tidak ada Rp600 miliar yang raib, menguap atau tidak jelas.
“Hanya karena melihat pos penerimaan dari pihak ketiga, dan lupa sama pos liabilitas derivatif, lalu dimunculkan informasi Rp600 miliar menguap. Pemgungkapan secara akuntansi sudah sangat memadai, hanya kita perlu lebih teliti atau lebih jujur menyampaikannya pada publik,” tambah dia.
Lihat Juga :