Sandiaga Beri Edukasi dan Dukung Santri di Kalsel Bikin Konten Digital
Rabu, 13 Juli 2022 - 11:20 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno mendatangi Pondok Pesantren Darul Hijrah di Martapura. FOTO/Istimewa
A
A
A
KALSEL - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendatangi Pondok Pesantren Darul Hijrah di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Ia menjadi pembicara dan memberikan pelatihan tentang konten digital dalam program pelatihan Santri Digitalprenuer 2022.
"Kita memberikan pelatihan dan pendampingan, memastikan para santri mampu menghasilkan animasi dan juga podcast, ini bukan hanya sarana dakwah tapi juga sarana promosi produk UMKM yang dihasilkan pesantren," ujar Sandiaga, Selasa (12/7/22).
Baca Juga: Pantang Mundur! Berharap Roy 'Citayam' Bisa Mendunia, Sandiaga Uno Tawarkan Beasiswa
Saat memberikan pelatihan, Sandiaga ditanya salah satu santriwati bernama Devina (16) soal tips sukses menjadi podcaster dan mempunyai followers yang banyak. Devina mengungkapkan bahwa ia merupakan pemenang juara 1 lomba video dakwah ekonomi syariah se-provinsi Kalimantan Selatan.
"Pertama jika kita ingin sukses, konten kita harus terdapat ilmu dan menginspirasi, lalu konten kita juga harus otentik, apa adanya bukan ada apanya, dan yang terakhir harus sesuai dengan sesuatu yang ingin didengar oleh masyarakat," kata Sandiaga, Selasa (12/7/22).
"Kita memberikan pelatihan dan pendampingan, memastikan para santri mampu menghasilkan animasi dan juga podcast, ini bukan hanya sarana dakwah tapi juga sarana promosi produk UMKM yang dihasilkan pesantren," ujar Sandiaga, Selasa (12/7/22).
Baca Juga: Pantang Mundur! Berharap Roy 'Citayam' Bisa Mendunia, Sandiaga Uno Tawarkan Beasiswa
Saat memberikan pelatihan, Sandiaga ditanya salah satu santriwati bernama Devina (16) soal tips sukses menjadi podcaster dan mempunyai followers yang banyak. Devina mengungkapkan bahwa ia merupakan pemenang juara 1 lomba video dakwah ekonomi syariah se-provinsi Kalimantan Selatan.
"Pertama jika kita ingin sukses, konten kita harus terdapat ilmu dan menginspirasi, lalu konten kita juga harus otentik, apa adanya bukan ada apanya, dan yang terakhir harus sesuai dengan sesuatu yang ingin didengar oleh masyarakat," kata Sandiaga, Selasa (12/7/22).
Lihat Juga :