Rusia Sebut Upaya Barat Batasi Harga Minyak Bisa Berefek Sebaliknya
Kamis, 14 Juli 2022 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen di Bali mengemukakan bahwa gagasan untuk membatasi harga minyak Rusia akan sangat penting untuk membantu menurunkan inflasi yang melonjak ke level tertinggi 40 tahun di 9,1% pekan ini. Berbicara sebelum dimulainya pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok 20 di Bali, Yellen mengatakan upaya harus dilakukan untuk mengendalikan dua dampak ekonomi utama dari krisis Rusia-Ukraina - yaitu, harga bahan bakar yang tinggi dan meningkatnya kerawanan pangan yang menyapu seluruh AS dan secara global.
"Kami melihat efek limpahan negatif dari perang (Rusia-Ukraina) di setiap sudut dunia, terutama sehubungan dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan," kata Yellen seperti dilansir CNBC.
Dia mengatakan, AS akan melanjutkan percakapan dengan negara-negara lain untuk melihat apa yang dapat dilakukan bersama untuk membantu semua pihak di seluruh dunia yang terkena dampak perang Rusia-Ukraina. Hal ini, imbuh dia, termasuk mengatasi kerawanan pangan, dan desain serta implementasi pembatasan harga minyak Rusia.
"Batas harga minyak Rusia adalah salah satu alat kami yang paling ampuh untuk mengatasi rasa sakit yang dirasakan orang Amerika dan keluarga di seluruh dunia di pompa bensin dan toko kelontong saat ini. Pembatasan harga minyak Rusia akan menekan pendapatan Putin yang dibutuhkan mesin perangnya," kata dia.
Diketahui, saat Washington melarang pembelian minyak dan negara-negara Eropa mengurangi penggunaan minyak Rusia, harga minyak mentah telah melonjak. Harga minyak mentah naik di atas USD120 per barel pada Maret setelah perang Rusia-Ukraina dimulai. Para ekonom telah memperingatkan bahwa larangan lebih lanjut dapat mendorong harga minyak hingga setinggi USD175 per barel.
"Kami melihat efek limpahan negatif dari perang (Rusia-Ukraina) di setiap sudut dunia, terutama sehubungan dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan," kata Yellen seperti dilansir CNBC.
Dia mengatakan, AS akan melanjutkan percakapan dengan negara-negara lain untuk melihat apa yang dapat dilakukan bersama untuk membantu semua pihak di seluruh dunia yang terkena dampak perang Rusia-Ukraina. Hal ini, imbuh dia, termasuk mengatasi kerawanan pangan, dan desain serta implementasi pembatasan harga minyak Rusia.
"Batas harga minyak Rusia adalah salah satu alat kami yang paling ampuh untuk mengatasi rasa sakit yang dirasakan orang Amerika dan keluarga di seluruh dunia di pompa bensin dan toko kelontong saat ini. Pembatasan harga minyak Rusia akan menekan pendapatan Putin yang dibutuhkan mesin perangnya," kata dia.
Diketahui, saat Washington melarang pembelian minyak dan negara-negara Eropa mengurangi penggunaan minyak Rusia, harga minyak mentah telah melonjak. Harga minyak mentah naik di atas USD120 per barel pada Maret setelah perang Rusia-Ukraina dimulai. Para ekonom telah memperingatkan bahwa larangan lebih lanjut dapat mendorong harga minyak hingga setinggi USD175 per barel.
Lihat Juga :