Sistem BULE Bisa Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 14 Juli 2022 - 23:08 WIB
loading...
Sistem BULE Bisa Wujudkan...
Perkebunan tebu bisa ditanami kedelai sehingga hemat lahan. Foto/Ilustrasi/PTPN
A A A
JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak usahanya terus melakukan riset dan pengembangan untuk mendukung dan menyukseskan Program Swasembada Pangan Nasional. Terbaru adalah meningkatkan produksi kedelai melalui pilot project tumpang sari (intercropping) tebu-kedelai atau sistem BULE.

Baca juga: Lagi, Starbucks Rogoh Rp7,1 Miliar Beli Teh Produksi PTPN

Gagasan ini diinisiasi oleh Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Luasan areal yang dimiliki PTPN turut memberikan andil dalam meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dan khususnya produksi tebu untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi nasional.

Pilot project sistem tumpang sari BULE akan dilakukan di areal PTPN Group seluas 50 hektare (ha) di empat titik lokasi, yaitu di PTPN VII, PTPN IX, PTPN X dan PTPN XI. Penanaman perdana sistem BULE dilakukan di lahan HGU PTPN IX, di Kab Kendal, Jawa Tengah, pada Senin lalu (11/7/2022).

“Pengembangan komoditas kedelai di lahan tumpang sari ini akan terus kami kembangkan, dan potensi tahun depan seluas 15.000 ha di lahan HGU PTPN Group lainnya,” kata Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mahmudi, dalam keterangannya, Kamis (14/7/2022).

Sementara itu, Direktur PTPN IX Dodik Ristiawan mengatakan, sebelum pilot project BULE, PTPN IX juga sudah melakukan tumpang sari kedelai di lahan karet. “Sebelumnya kami sudah melakukan sistem tumpang sari karet-kedelai, bekerja sama dengan dinas perkebunan kabupaten seluas 10 ha,” tutur Dodik.

Sistem BULE Bisa Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional


Pada sistem tumpang sari BULE penanaman kedelai dilakukan di lahan tebu yang ditanam dengan dua cara, yaitu konvensional atau larikan dan ring-pit masing-masing seluas 5 ha. Diharapkan melalui sistem tumpang sari ini produktivitas tebu dapat meningkat karena terjadi peningkatan kesuburan tanah melalui penambahan biomasa kedelai.

Prof Dr. Ir. Irham M.Sc, peneliti Universitas Gajah Mada, menjelaskan beberapa keuntungan sistem BULE, di antaranya mampu meningkatkan kesehatan lahan pertanaman karena ada penambahan masukan biomasa kedelai ke dalam lahan pertanaman tebu serta meningkatkan ketersediaan nitrogen (N) bagi tanaman tebu--memanfaatkan kemampuan fiksasi nitrogen secara biologis tanaman kedelai.

Dalam jangka panjang sistem BULE juga akan memperbaiki kesuburan tanah, sehingga meningkatkan rerata produktivitas tebu nasional dan turut berkontribusi pada peningkatan produksi gula nasional. Masuknya kedelai di lahan tebu pun mampu meningkatkan luas areal penanaman kedelai nasional.

Baca juga: Prabowo Tekankan 5 Syarat Ketahanan Negara dari Swasembada sampai Angkatan Perang

Beberapa kajian yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan nisbah kesetaraan lahan dari 1,0 menjadi 1,2 – 1,3 ; dapat menjamin kecukupan pasokan raw material (tebu giling) pabrik gula-pabrik gula.

“Harapannya tentu meningkatkan minat petani untuk menanam tebu, karena nilai keuntungan per unit lebih baik,” tutup Irham.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
PTPN III Terus Perkuat...
PTPN III Terus Perkuat Sinergi dengan UMKM
El Nino Mengintai, Mentan...
El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
KBI Perkuat Sistem Resi...
KBI Perkuat Sistem Resi Gudang Dukung Swasembada Pangan
Bupati Hasbi Tegaskan...
Bupati Hasbi Tegaskan Lebak Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved