Eropa Kehabisan Gas Rusia, Maaf! Indonesia Belum Bisa Kirim LNG
Sabtu, 16 Juli 2022 - 14:01 WIB
loading...
SKK Migas menyatakan, Indonesia telah menerima permintaan gas dari beberapa negara Eropa ketika kawasan itu sedang krisis gas usai Rusia menutup keran pasokan dari Nord Stream 1. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, Indonesia belum bisa membantu Eropa untuk pengiriman gas alam cair atau Liquefied Natural Gas ( LNG ). Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas , Arief Setiawan Handoko mengatakan, bahwa Eropa saat ini tengah menghadapi situasi krisis gas pasca Rusia menyetop suplainya.
Handoko membeberkan, Indonesia saat ini telah menerima permintaan beberapa negara Eropa karena terbatasnya pasokan gas dari Rusia. "Cuman memang sayangnya suplai gas kita untuk bisa deliver LNG ke sana (Eropa) saat ini memang belum bisa kita upayakan," ujar Arief dikutip Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Pasokan Gas Rusia Minim, CEO Shell: Tidak Mungkin Menutupinya dengan LNG
Indonesia juga sudah terikat kontrak eksisting dengan sejumlah perusahaan Eropa untuk penjualan gas. "Misal Total, tapi lewat perusahaan yang ada di Singapura. Itu juga kita sudah salurkan dengan kontrak yang sudah ada. Tapi untuk yang lainnya kita memang belum bisa merealisasikan, deliver LNG," ujarnya
Berdasarkan informasi, Rusia telah menangguhkan operasional pipa gas utama ke wilayah Eropa. Aliran gas Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 Laut Baltik telah dihentikan.
Handoko membeberkan, Indonesia saat ini telah menerima permintaan beberapa negara Eropa karena terbatasnya pasokan gas dari Rusia. "Cuman memang sayangnya suplai gas kita untuk bisa deliver LNG ke sana (Eropa) saat ini memang belum bisa kita upayakan," ujar Arief dikutip Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Pasokan Gas Rusia Minim, CEO Shell: Tidak Mungkin Menutupinya dengan LNG
Indonesia juga sudah terikat kontrak eksisting dengan sejumlah perusahaan Eropa untuk penjualan gas. "Misal Total, tapi lewat perusahaan yang ada di Singapura. Itu juga kita sudah salurkan dengan kontrak yang sudah ada. Tapi untuk yang lainnya kita memang belum bisa merealisasikan, deliver LNG," ujarnya
Berdasarkan informasi, Rusia telah menangguhkan operasional pipa gas utama ke wilayah Eropa. Aliran gas Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 Laut Baltik telah dihentikan.
Lihat Juga :