Bakal Diguyur Aksi Jual, IHSG Hari Ini Akan Bergerak di Area 6.600-6.697
Selasa, 19 Juli 2022 - 08:29 WIB
loading...
IHSG hari ini akan bergerak turun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini , Selasa (19/7/2022), berpotensi terjadi tekanan jual di sepanjang perdagangan didorong hasil indeks Wall Street yang tumbang. IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.600-6.697.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Naik ke Level 6.789, Cek Saham Pilihan!
Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengatakan, IHSG bakal dibayangi pergerakan indeks Dow Jones yang menurun hingga harga komoditas yang anjlok.
"Setelah Index DJIA sempat menguat di awal perdagangan, akan tetapi penguatan tersebut tidak dapat dipertahankan karena kurang kondusifnya hasil rilis laporan keuangan emiten sehingga akhirnya Indeks DJIA justru ditutup turun, maka IHSG berpotensi dihujani tekanan jual dalam perdagangan Selasa ini," ungkap Edwin dalam risetnya, Selasa (19/7/2022).
IHSG juga dibayangi tajamnya kejatuhan harga batu bara di hari ke 4 sebesar 8% (sehingga selama empat hari berturut-turut harga batu bara jatuh sebesar 21,76%) serta kembali jatuhnya harga timah sebesar 2,04% ditengah naiknya yield obligasi AS dan Indonesia untuk tenor 10 tahun.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Naik ke Level 6.789, Cek Saham Pilihan!
Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengatakan, IHSG bakal dibayangi pergerakan indeks Dow Jones yang menurun hingga harga komoditas yang anjlok.
"Setelah Index DJIA sempat menguat di awal perdagangan, akan tetapi penguatan tersebut tidak dapat dipertahankan karena kurang kondusifnya hasil rilis laporan keuangan emiten sehingga akhirnya Indeks DJIA justru ditutup turun, maka IHSG berpotensi dihujani tekanan jual dalam perdagangan Selasa ini," ungkap Edwin dalam risetnya, Selasa (19/7/2022).
IHSG juga dibayangi tajamnya kejatuhan harga batu bara di hari ke 4 sebesar 8% (sehingga selama empat hari berturut-turut harga batu bara jatuh sebesar 21,76%) serta kembali jatuhnya harga timah sebesar 2,04% ditengah naiknya yield obligasi AS dan Indonesia untuk tenor 10 tahun.
Lihat Juga :