Hindari Resesi, Jaga Daya Beli
Selasa, 19 Juli 2022 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Terkait hal ini, Iskandar sependapat bahwa kemungkinan The Fed akan lebih agresif meningkatkan suku bunga. “Kalau suku bunga naik, makainterest rate differential-nya Indonesia dan AS makin kecil. Sebenarnya terakhir itu,interest rate differentialIndonesia-Amerika itu berkisar 5–6%,” tuturnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga telah menyampaikan, Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia aman dari jurang resesi. Hal itu dilihat dari berbagai sisi kinerja ekonomi, pertumbuhan, neraca pembayaran yang mengalami surplus perdagangan selama 26 bulan berturut-turut, dan inflasi yang berada di bawah 5%.
"Paling penting yaitu sinkronisasi dan kerja sama kebijakan moneter fiskal dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk bisa menjaga untuk tetap bekerja secara harmonis, karena ini akan membantu menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia," ucap Sri Mulyani dalam pernyataan tertulis, Senin (18/7).
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan, Indonesia masih memiliki daya tahan dalam menghadapi situasi krisis dunia saat ini. Kebijakan makroekonomi yang diambil pemerintah dianggap mampu untuk mengantisipasi keadaan dan situasi global. Dikatakan, pemerintah telah membelanjakan APBN sangat banyak dalam rangka kepentingan menjaga inflasi.
"Yaitu dengan memberikan subsidi yang sangat berat akibat tekanan harga BBM yang naik tinggi di luar perkiraan awal asumsi makro APBN. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk itu. Karena itu maka harga BBM di Indonesia masih terjangkau oleh masyarakat,” katanya.
Baca Selengkapnya di e-paper Koran SINDO
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga telah menyampaikan, Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia aman dari jurang resesi. Hal itu dilihat dari berbagai sisi kinerja ekonomi, pertumbuhan, neraca pembayaran yang mengalami surplus perdagangan selama 26 bulan berturut-turut, dan inflasi yang berada di bawah 5%.
"Paling penting yaitu sinkronisasi dan kerja sama kebijakan moneter fiskal dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk bisa menjaga untuk tetap bekerja secara harmonis, karena ini akan membantu menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia," ucap Sri Mulyani dalam pernyataan tertulis, Senin (18/7).
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan, Indonesia masih memiliki daya tahan dalam menghadapi situasi krisis dunia saat ini. Kebijakan makroekonomi yang diambil pemerintah dianggap mampu untuk mengantisipasi keadaan dan situasi global. Dikatakan, pemerintah telah membelanjakan APBN sangat banyak dalam rangka kepentingan menjaga inflasi.
"Yaitu dengan memberikan subsidi yang sangat berat akibat tekanan harga BBM yang naik tinggi di luar perkiraan awal asumsi makro APBN. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk itu. Karena itu maka harga BBM di Indonesia masih terjangkau oleh masyarakat,” katanya.
Baca Selengkapnya di e-paper Koran SINDO
(ynt)
Lihat Juga :