IKN Nusantara Banjir Investor, Menteri Bahlil Sebut Rp299,5 Triliun Sudah Masuk
Rabu, 20 Juli 2022 - 19:01 WIB
loading...
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan, tidak perlu khawatirkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara minim pendanaan untuk membangunnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, tidak perlu khawatirkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara minimpendanaan untuk membangunnya.Sebab menurut Bahlil, banyak Investor dari luar yang sudah mulai tertarik untuk memberikan modal untuk memenuhi 80% struktur pendanaan dalam pembangunan IKN Nusantara.
Baca Juga: IKN Nusantara Bakal Saingi Dubai hingga Shenzen
Sedangkan 20% sisanya yang bakal menjadi tanggungan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).Bahlil mengungkapkan saat ini ada beberpa negara yang menjadi bakal calon investor untuk pembangunan IKN Nusantara, seperti diantaranya adalah Taiwan, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).
"Kalau investasi Uni Emirat Arab itu USD20 miliar, langsung taruh di INA (Indonesia Investment Authority)," kata Bahlil di kantornya, Rabu (20/7/2022).
Jika dirupiahkan, maka nilai investasi UEA yang sudah masuk ke INA tersebut setara Rp299,5 triliun (kurs Rp 14.975 per dolar AS) untuk membangun proyek IKN Nusantara.
Bahlil mengatakan, ada beberapa alasan yang menjadi dasar keterkaitan investor luar negeri masuk ke Indonesia salah satunya adalah desain pembanguan yang ditawarkan berbasis ramah lingkungan dan high-tecnology.
Selain itu menurut Bahlil, harga tanah yang murah juga menjadi alasan pembangunan IKN Nusantara menjadi lahan yang sexy untuk digarap pemodal dari luar negeri, disamping banyaknya komoditas disana yang bisa garap.
Baca Juga: IKN Nusantara Bakal Saingi Dubai hingga Shenzen
Sedangkan 20% sisanya yang bakal menjadi tanggungan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).Bahlil mengungkapkan saat ini ada beberpa negara yang menjadi bakal calon investor untuk pembangunan IKN Nusantara, seperti diantaranya adalah Taiwan, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).
"Kalau investasi Uni Emirat Arab itu USD20 miliar, langsung taruh di INA (Indonesia Investment Authority)," kata Bahlil di kantornya, Rabu (20/7/2022).
Jika dirupiahkan, maka nilai investasi UEA yang sudah masuk ke INA tersebut setara Rp299,5 triliun (kurs Rp 14.975 per dolar AS) untuk membangun proyek IKN Nusantara.
Bahlil mengatakan, ada beberapa alasan yang menjadi dasar keterkaitan investor luar negeri masuk ke Indonesia salah satunya adalah desain pembanguan yang ditawarkan berbasis ramah lingkungan dan high-tecnology.
Selain itu menurut Bahlil, harga tanah yang murah juga menjadi alasan pembangunan IKN Nusantara menjadi lahan yang sexy untuk digarap pemodal dari luar negeri, disamping banyaknya komoditas disana yang bisa garap.
Lihat Juga :