Percepat Pengembangan Energi Terbarukan, Menteri ESDM Apresiasi Peran METI

Rabu, 20 Juli 2022 - 21:06 WIB
loading...
Percepat Pengembangan...
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengapresiasi kepengurusan METI periode 2022-2025. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong peran Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) untuk membantu pemerintah dalam mengakselerasi target bauran energi. Dia pun mengapresiasi kepengurusan METI periode 2022-2025.

Arifin menjelaskan, ada tiga target besar utama pemerintah dalam transisi energi. Dia menilai, METI bisa berperan aktif dengan memberikan dukungan dan masukan terhadap kebijakan pemerintah.

"METI, sebagai salah satu mitra pemerintah dalam pengembangan pemanfaatan energi terbarukan diharapkan dapat ikut berperan penting dalam mendukung dan membantu pemerintah untuk mencapai 3 target besar di bidang energi, serta memberikan dukungan atas pelaksanaan kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan dan memberikan masukan untuk kebijakan dan regulasi yang sedang disusun," kata Arifin dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022).

Tiga target besar sektor energi tersebut, menurut Arifin, bertujuan untuk memitigasi perubahan iklim, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Target jangka pendek adalah mencapai 23% porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional di tahun 2025, target jangka menengah yakni 29% Nationally Determined Contribution pada tahun 2030, serta target jangka panjang yaitu mencapai Nett Zero Emission pada tahun 2060.

Adapun untuk mempercepat pengembangan EBT, Arifin mengatakan bahwa diperlukan regulasi yang komprehensif untuk menciptakan iklim pengembangan EBT yang berkelanjutan.

"Untuk itu saat ini sedang disiapkan Rancangan Perpres tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, dan Rancangan Undang Undang tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan," terang dia.

Baca juga: Tinggalkan Energi Fosil, PLN Kejar Kapasitas EBT 20,9 GW di 2030

Di samping itu, METI diharapkan menjadi pendorong utama pengembangan investasi dan alih teknologi energi terbarukan di Indonesia, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang EBT.

Lebih lanjut, METI juga diharapkan dapat memanfaatkan kerja sama multilateral dan bilateral untuk mengatasi kesenjangan dalam pengembangan energi terbarukan.

Ketua Umum METI 2022 - 2025 Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, Indonesia telah memberikan komitmen untuk berkontribusi terhadap penurunan emisi global melalui adopsi Paris Agreement dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim).

“Dengan mengacu hal tersebut, METI perlu menyusun program-program yang dapat membantu percepatan pencapaian target-target pemerintah. METI juga perlu memberikan masukan, mulai dari proses penyusunan peta jalan, penyusunan regulasi terkait, hingga pada tahap implementasinya,” paparnya.

Dalam tiga tahun mendatang, ungkap Wiluyo, METI akan fokus mendorong pelaksanaan 8 program kerja yang terbagi dalam lingkup yakni organisasi, dukungan regulasi dan kebijakan, peningkatan kapasitas dan sosialisasi energi terbarukan.

Selain itu, promosi investasi energi terbarukan, peningkatan pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, serta promosi teknologi energi terbarukan.

Memahami tantangan melaksanakan 8 program kerja METI, Wiluyo berkomitmen menggandeng dengan berbagai pihak, terutama dengan Asosiasi-asosiasi Energi Terbarukan, asosiasi- asosiasi lain yang mendukung pengembangan energi terbarukan.

“Pemanfaatan energi terbarukan ini akan membantu pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC). Saat ini, banyak potensi EBT yang belum dimanfaatkan,” ungkapnya.

Baca juga: Bertemu PM Inggris, Jokowi Sepakat Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan

Wakil Ketua DPR RI yang sekaligus Pendiri METI Rachmat Gobel menjelaskan peran aktif METI dalam menggaungkan EBT di Indonesia sudah dilakukan sejak 2012.

Dia melihat, saat ini Indonesia semakin serius dalam mengembangkan EBT dengan komitmen Presiden RI Joko Widodo yang berkomitmen dalam transisi energi.

"Ini momentum yang sangat baik bagi Indonesia untuk bisa mengakselerasi pengembangan EBT. METI sudah memberikan banyak masukan sejak 2012, dan dengan kepengurusan yang baru ini kami optimistis akselerasi target bauran energi maupun transisi energi bisa terwujud," ujar Gobel.

Gobel menilai saat ini Indonesia tidak punya banyak waktu. Target yang telah dipasang oleh pemerintah perlu dukungan semua pihak agar Indonesia menjadi pemain utama dalam sektor EBT.

Gobel selaku anggota legeslatif juga berkomitmen mengawal pengembangan EBT ini dari sisi pembentukan payung hukum.

"Kita nggak punya banyak waktu saat ini. Semua pekerjaan rumah dalam pengembangan EBT harus kita selesaikan bersama sama. Kerja sama dan kolaborasi semua pihak diperlukan untuk mencapai target ini," tandas mantan Menteri Perdagangan itu.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved