Ciptakan Pasokan Pangan Lintas Negara, Kementan Usulkan Pertanian Berkelanjutan
Rabu, 27 Juli 2022 - 16:26 WIB
loading...
Sistem pertanian berkelanjutan bisa menciptakan pasokan pangan yang cukup ke lintas negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian selaku penyelenggara agenda G20 pada Agriculture Deputies Meeting (ADM) mengusulkan kepada para delegasi negara anggota G20 untuk membuat sistem pertanian berkelanjutan.
Baca juga: Update Penyakit Mulut dan Kuku: 3.006 Ekor Hewan Ternak Mati dan 174.703 Sembuh
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian sekaligus Ketua Delegasi ADM RI Kasdi Subagyono menjelaskan, pembahasan agenda tersebut diharapkan mampu menciptakan pasokan pangan yang cukup antar-lintas negara. Hal itu dimungkinkan karena nantinya setiap negara, khususnya anggota G20 bisa mengakses perdagangan komoditas yang lebih lancar.
"Jadi sekali lagi terbuka transparan, akuntabel, kemudian bisa diakses oleh semua pihak khususnya member G20," ujar Kasdi dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/7/2022).
Menurut Kasdi isu tersebut menjadi penting untuk dibahas di tengah ancaman krisis pangan yang melanda banyak negara di dunia akibat perubahan iklim dan kondisi geopolitik yang terjadi belakangan.
"Mendukung perdagangan pertanian yang terbuka, adil dan dapat diprediksi untuk keterjangkauan pangan untuk semua," kata Kasdi.
Lebih lanjut Kasdi menjelaskan bahwa adanya kemudahan perdagangan komoditas lintas negara anggota G20 juga menjadi upaya yang positif bagi sektor kewirausahaan Indonesia sendiri karena memiliki akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Wagub DKI: Citayam Fashion Week Jangan Jadi Sarang LGBT
"Selain itu untuk memajukan kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui digitalisasi pertanian untuk meningkatkan penghidupan petani di daerah pedesaan. Ini diharapkan bisa disepakati pada pertemuan tingkat menteri G20 yang akan dilaksanakan pada bulan September," pungkasnya.
Baca juga: Update Penyakit Mulut dan Kuku: 3.006 Ekor Hewan Ternak Mati dan 174.703 Sembuh
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian sekaligus Ketua Delegasi ADM RI Kasdi Subagyono menjelaskan, pembahasan agenda tersebut diharapkan mampu menciptakan pasokan pangan yang cukup antar-lintas negara. Hal itu dimungkinkan karena nantinya setiap negara, khususnya anggota G20 bisa mengakses perdagangan komoditas yang lebih lancar.
"Jadi sekali lagi terbuka transparan, akuntabel, kemudian bisa diakses oleh semua pihak khususnya member G20," ujar Kasdi dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/7/2022).
Menurut Kasdi isu tersebut menjadi penting untuk dibahas di tengah ancaman krisis pangan yang melanda banyak negara di dunia akibat perubahan iklim dan kondisi geopolitik yang terjadi belakangan.
"Mendukung perdagangan pertanian yang terbuka, adil dan dapat diprediksi untuk keterjangkauan pangan untuk semua," kata Kasdi.
Lebih lanjut Kasdi menjelaskan bahwa adanya kemudahan perdagangan komoditas lintas negara anggota G20 juga menjadi upaya yang positif bagi sektor kewirausahaan Indonesia sendiri karena memiliki akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Wagub DKI: Citayam Fashion Week Jangan Jadi Sarang LGBT
"Selain itu untuk memajukan kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui digitalisasi pertanian untuk meningkatkan penghidupan petani di daerah pedesaan. Ini diharapkan bisa disepakati pada pertemuan tingkat menteri G20 yang akan dilaksanakan pada bulan September," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :