Yayasan Hadji Kalla Gandeng ARC Banda Aceh Latih UMKM dan Petani Nilam
Rabu, 27 Juli 2022 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Sulawesi sendiri adalah produsen minyak nilam terbesar di Indonesia yang sebelumnya dimiliki Aceh. Saat ini Sulawesi menjadi pemasok lebih dari 70% kebutuhan minyak nilam dunia.
"Sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengambil minyak nilam dari Sulawesi. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Sulawesi menjadi tempat yang sangat potensial untuk dijadikan pusat pengembangan produk-produk turunan nilam," sebut Syaifullah.
Pelatihan ini diikuti 15 UMKM serta ada pula petani nilam dan para produsen minyak nilam mentah dari Kabupaten Luwu. Salah satu hal yang menarik saat pelatihan berlangsung ialah seorang peserta UMKM kain sutra ingin menyematkan aroma kepada produknya dari esensial oil nilam. Tujuannya ialah nantinya kain sutra yang diproduksi akan punya aroma khas yang akan terus ada tanpa parfum atau wewangian yang disemprotkan.
“Dalam sejarahnya itu, di awal abad ke-11, adalah abad di mana para pedagang dari India yang membawa sari (kain) khas India itu biasanya mereka celup kainnya ke minyak nilam, maka harganya akan sangat mahal. Nah sekarang ini ada kesempatan untuk kolaboraasi antara UMKM sutra dengan ARC. Kami berjanji untuk melakukan penelitian lagi terkait ide ini sehingga kita bisa kembali melahirkan produk seperti yang pernah ada di masa lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Kalla Group Karnaval Kemerdekaan Sambut HUT RI ke-76
Dr Syaifullah berharap YHK bisa menjadi pembina bagi UMKM yang ada di Sulawesi untuk terus belajar dan berkembang utamanya dalam tema penggunaan ekstrak minyak nilam.
"Sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengambil minyak nilam dari Sulawesi. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Sulawesi menjadi tempat yang sangat potensial untuk dijadikan pusat pengembangan produk-produk turunan nilam," sebut Syaifullah.
Pelatihan ini diikuti 15 UMKM serta ada pula petani nilam dan para produsen minyak nilam mentah dari Kabupaten Luwu. Salah satu hal yang menarik saat pelatihan berlangsung ialah seorang peserta UMKM kain sutra ingin menyematkan aroma kepada produknya dari esensial oil nilam. Tujuannya ialah nantinya kain sutra yang diproduksi akan punya aroma khas yang akan terus ada tanpa parfum atau wewangian yang disemprotkan.
“Dalam sejarahnya itu, di awal abad ke-11, adalah abad di mana para pedagang dari India yang membawa sari (kain) khas India itu biasanya mereka celup kainnya ke minyak nilam, maka harganya akan sangat mahal. Nah sekarang ini ada kesempatan untuk kolaboraasi antara UMKM sutra dengan ARC. Kami berjanji untuk melakukan penelitian lagi terkait ide ini sehingga kita bisa kembali melahirkan produk seperti yang pernah ada di masa lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Kalla Group Karnaval Kemerdekaan Sambut HUT RI ke-76
Dr Syaifullah berharap YHK bisa menjadi pembina bagi UMKM yang ada di Sulawesi untuk terus belajar dan berkembang utamanya dalam tema penggunaan ekstrak minyak nilam.
Lihat Juga :