Tumbuh 8,9%, Penyaluran Kredit BNI Capai Rp620,42 Triliun di Semester I 2022
Jum'at, 29 Juli 2022 - 19:37 WIB
loading...
BNI menyalurkan kredit semester I 2022 sebesar Rp 620,42 triliun yoy. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan kredit pada semester I 2022 sebesar Rp 620,42 triliun atau tumbuh 8,9 persen year on year (yoy). Segmen korporasi masih menjadi motor akselerasi kredit.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan kuartal II tahun ini BNI mencairkan kredit Rp 74,3 triliun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 59,3 triliun. "Pencairan kredit di kuartal II 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi," kata Novita dalam Public Expose BNI, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Fokus Pada Transaction Banking dan Green Banking Dorong Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal
Menurut dia akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 14,7% yoy menjadi Rp 205,3 triliun, segmen large commercial yang tumbuh 31,2% YoY menjadi Rp 48,5 triliun, segmen small juga tumbuh 10,2% yoy dengan nilai kredit Rp 100,2 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp 512,3 triliun.
"Sektor ekonomi yang dibidik di segmen business banking adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi dan pergudangan, serta telekomunikasi. BNI juga masuk pada sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan," jelasnya.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan kuartal II tahun ini BNI mencairkan kredit Rp 74,3 triliun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 59,3 triliun. "Pencairan kredit di kuartal II 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi," kata Novita dalam Public Expose BNI, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Fokus Pada Transaction Banking dan Green Banking Dorong Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal
Menurut dia akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 14,7% yoy menjadi Rp 205,3 triliun, segmen large commercial yang tumbuh 31,2% YoY menjadi Rp 48,5 triliun, segmen small juga tumbuh 10,2% yoy dengan nilai kredit Rp 100,2 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp 512,3 triliun.
"Sektor ekonomi yang dibidik di segmen business banking adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi dan pergudangan, serta telekomunikasi. BNI juga masuk pada sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan," jelasnya.
Lihat Juga :