Cetak Laba Terbaik Sepanjang Sejarah, Menteri BUMN Apresiasi BNI
Minggu, 31 Juli 2022 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, BNI mencatat pemulihan ekonomi terjadi dengan sangat baik pada pertengahan tahun ini. Geliat usaha serta konsumsi masyarakat semakin kuat sehingga mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediator.
Sebagai first mover green banking, BNI telah membuktikan bahwa implementasi green financing di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang mendorong transaction banking terus mendorong implementasi green banking BNI semakin komprehensif.
"Kami sangat bersyukur dengan pencapaian kinerja sampai dengan pertengahan tahun ini. Kinerja fungsi intermediasi semakin kuat seiring dengan tren pemulihan ekonomi. Implementasi green banking dapat tetap dijalankan, dan bahkan menjadi potensi positif bagi kinerja profitabilitas," katanya.
Royke memaparkan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital di BNI telah menghasilkan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh dana pihak ketiga (DPK) berbiaya murah atau CASA.
Lebih lanjut, net interest margin yang stabil di kisaran 4,7% ditopang dari tingginya pencapaian non-interest income yang pada semester I-2022 ini dapat mencapai Rp7,6 triliun atau naik 11,0% (YoY). Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat. Kredit pada semester pertama tahun ini tercatat Rp620,42 triliun, naik semakin positif dengan pertumbuhan 8,9% (YoY).
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengutarakan, BNI optimis mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi semakin kuat pada kuartal II-2022. Kredit di segmen korporasi menurutnya masih menjadi motor akselerasi kredit BNI. Selama kuartal kedua 2022 ini, BNI menyalurkan kredit Rp74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal II-2021 yang sebesar Rp59,3 triliun.
"Pencairan kredit di kuartal kedua 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi," jelasnya.
Sebagai first mover green banking, BNI telah membuktikan bahwa implementasi green financing di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang mendorong transaction banking terus mendorong implementasi green banking BNI semakin komprehensif.
"Kami sangat bersyukur dengan pencapaian kinerja sampai dengan pertengahan tahun ini. Kinerja fungsi intermediasi semakin kuat seiring dengan tren pemulihan ekonomi. Implementasi green banking dapat tetap dijalankan, dan bahkan menjadi potensi positif bagi kinerja profitabilitas," katanya.
Royke memaparkan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital di BNI telah menghasilkan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh dana pihak ketiga (DPK) berbiaya murah atau CASA.
Lebih lanjut, net interest margin yang stabil di kisaran 4,7% ditopang dari tingginya pencapaian non-interest income yang pada semester I-2022 ini dapat mencapai Rp7,6 triliun atau naik 11,0% (YoY). Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat. Kredit pada semester pertama tahun ini tercatat Rp620,42 triliun, naik semakin positif dengan pertumbuhan 8,9% (YoY).
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengutarakan, BNI optimis mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi semakin kuat pada kuartal II-2022. Kredit di segmen korporasi menurutnya masih menjadi motor akselerasi kredit BNI. Selama kuartal kedua 2022 ini, BNI menyalurkan kredit Rp74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal II-2021 yang sebesar Rp59,3 triliun.
"Pencairan kredit di kuartal kedua 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi," jelasnya.
Lihat Juga :