Kuota Pertalite Diprediksi Habis September, Pengaturan Mendesak Dilaksanakan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau tidak mau ada pengaturan, sederhana saja, pemerintah harus tambah kuota. Tapi saya kira kondisinya tidak mudah," ujarnya.
Menurut dia, apa yang sudah dilakukan Pertamina selama ini dengan aplikasi MyPertamina secara paralel adalah upaya maksimal perusahaan agar kuota 23 juta KL tidak terlampaui. Namun, menurutnya tetap sulit karena kuota normalnya perlu kuota pertalite di kisaran 28-30 juta KL per tahun. "Makanya, bolanya sekarang ada pada pemerintah," tandasnya.
Komaidi menilai, saat ini bola panas ada di pemerintah. BBM subsidi menurutnya bisa saja diperuntukkan hanya bagi kendaraan roda dua atau kendaraan berpelat kuning. Namun, imbuh dia, pelaksanaannya di lapangan tidak akan mudah.
"Kalau mau sederhana bisa saja misalnya hanya roda dua dan pelat kuning yang disubsidi. Tapi tentu secara teknis tidak mudah, karena dari perspektif pemerintah ada hal-hal lain yang perlu diperhitungkan. Jadi memang diperlukan kesadaran dari semua pihak, terutama dari mereka yang sudah berdaya beli," tegasnya.
Sementara, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Parded kepada media mengatakan bahwa habisnya kuota berpotensi mengakibatkan kelangkaan BBM, khususnya pertalite. Sistem kuota, kata dia, memang cenderung tidak efektif karena mengakibatkan kelangkaan di berbagai tempat dan memiliki potensi kebocoran yang besar.
"Upaya Pertamina menggunakan aplikasi digital jadi jalan untuk menyeleksi siapa-siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi. Tinggal impelementasi penggunaan aplikasi tersebut yang kini harus bisa disiapkan dan dieksekusi dengan baik," cetusnya.
Menurut dia, apa yang sudah dilakukan Pertamina selama ini dengan aplikasi MyPertamina secara paralel adalah upaya maksimal perusahaan agar kuota 23 juta KL tidak terlampaui. Namun, menurutnya tetap sulit karena kuota normalnya perlu kuota pertalite di kisaran 28-30 juta KL per tahun. "Makanya, bolanya sekarang ada pada pemerintah," tandasnya.
Komaidi menilai, saat ini bola panas ada di pemerintah. BBM subsidi menurutnya bisa saja diperuntukkan hanya bagi kendaraan roda dua atau kendaraan berpelat kuning. Namun, imbuh dia, pelaksanaannya di lapangan tidak akan mudah.
"Kalau mau sederhana bisa saja misalnya hanya roda dua dan pelat kuning yang disubsidi. Tapi tentu secara teknis tidak mudah, karena dari perspektif pemerintah ada hal-hal lain yang perlu diperhitungkan. Jadi memang diperlukan kesadaran dari semua pihak, terutama dari mereka yang sudah berdaya beli," tegasnya.
Sementara, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Parded kepada media mengatakan bahwa habisnya kuota berpotensi mengakibatkan kelangkaan BBM, khususnya pertalite. Sistem kuota, kata dia, memang cenderung tidak efektif karena mengakibatkan kelangkaan di berbagai tempat dan memiliki potensi kebocoran yang besar.
"Upaya Pertamina menggunakan aplikasi digital jadi jalan untuk menyeleksi siapa-siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi. Tinggal impelementasi penggunaan aplikasi tersebut yang kini harus bisa disiapkan dan dieksekusi dengan baik," cetusnya.
Lihat Juga :