Pembelian BBM Pertalite di Jakarta Bakal Dibatasi, Ini Kata Pengendara

Selasa, 02 Agustus 2022 - 11:40 WIB
loading...
Pembelian BBM Pertalite...
Warga DKI Jakarta yang biasa membeli BBM jenis Pertalite harus bersiap-siap menghadapi pembatasan pembelian, begini respons para pengendara mobil. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Warga DKI Jakarta yang biasa membeli Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Pertalite harus bersiap-siap menghadapi pembatasan pembelian. Informasi itu terungkap dalam acara sosialisasi subsidi tepat sasaran yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Bagian Barat.

Baca Juga: Daerah yang Wajib Daftar MyPertamina Diperluas, Giliran Warga Jakarta dan Bekasi

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, saat ini kondisi yang terjadi di lapangan masih adanya konsumen yang tidak berhak memanfaatkan dan mengkonsumsi Pertalite dan Solar.

Hal ini, lanjutnya, apabila tidak diatur akan menyebabkan berpotensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi atau tidak tepat sasaran.

Cara pembatasan yang akan dilakukan yakni pembeli BBM bersubsidi di SPBU wajib memakai aplikasi MyPertamina . Nanti para pembali harus mendapatkan kode QR, dengan cara masyarakat harus melakukan pendaftaran di laman subsiditepat.mypertamina.id.

Pendaftaran juga bisa dilakukan secara offline melalui booth yang tersedia di sejumlah SPBU di berbagai kota.

Seorang pengendara roda empat, Luthfi Agisna mengatakan, bahwa kalau selama ini subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak tepat sasaran seperti ketentuan pemerintah, maka hal tersebut akan menjadi persoalan. Menurut dia, jika kebijakan pemerintah dengan membatasi BBM jenis Pertalite sangat efektif sebaiknya dilakukan.

"Kalo memang efektif sih ya gapapa. Karena selama ini masih banyak kendaran-kendaraan yang di atas 1.500cc menggunakan pPertalite," kata Luthfi saat ditemui MNC Portal, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Kuota Pertalite Diprediksi Habis September, Pengaturan Mendesak Dilaksanakan

Hal senada diutarakan pengendara roda empat lainnya, Muhammad Chandra menuturkan, jika memang pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi secara terstruktur dengan baik, hal itu tak akan jadi masalah.

"Mereka kan bilang kurang tepat sasaran, kalo menurut mereka setelah dibatasi ini bisa dapat intinya. Mana saja yang boleh pakai Pertalite dan mana saja yang engga? selama itu terstruktur dengan baik, ya no problem," tutur Chandra.

Chandra menuturkan, pemerintah melarang mengisi bahan bakar subsidi sebaiknya diimbangi dengan pembatasan kepemilikan kendaraan roda empat. Menurut dia, dengan masih banyaknya pemilik mobil, maka skema pembatasan BBM subsidi menjadi sia-sia.

"Pemerintah melarang orang mengisi bahan bakar subsidi, bisa aja dong orang-orang kaya membeli mobil baru lagi yang di bawah 2.000cc, 1.500cc yang dimana bisa mengisi bensin subsidi sama aja bohong," ujarnya.

"Balik lagi pemerintah harus memperhatikan bagaimana produksi mobil baru, apakah itu dibatasi dalam setahun berapa keluarnya. Seperti itu karena kalo memang tidak membatasi mobil, sampai kapan pun bahan bakar tidak akan cukup memenuhi kebutuhan dari masyarakat sendiri," tuturnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
Rekomendasi
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved