Menko Airlangga Optimistis Indonesia Tidak Masuk Jurang Resesi
Selasa, 02 Agustus 2022 - 17:30 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peluang Indonesia masuk ke jurang resesi sangat kecil. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peluang Indonesia masuk ke jurang resesi sangat kecil. Hal itu lantaran peluang Indonesia hanya 3 persen dibandingkan negara lain.
"Di mana angka 100 adalah tren jangka panjang. Dan garis dot itu Indonesia berada dalam indeks di atas 100 dan sesudah Indonesia adalah India," ujar Airlangga dalam acara telekonferensi, Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Bamsoet Tegaskan Dukung Airlangga di Pilpres 2024
Airlangga mengatakan, berdasarkan leading indicator CEIC seperti keuangan moneter, pasar tenaga kerja, dan industri. Perekonomian Indonesia diperkirakan masih menguat. Dibandingkan negara lain seperti China, AS, dan Eropa yang perekonomiannya melambat Indonesia dan India posisi perekonomian masih menguat.
"Beberapa negara masih ekspansi termasuk di Indonesia. Sehingga dari probabilitas resesi Indonesia bersama India termasuk persentasenya paling rendah," tambah Airlangga.
Dia mengatakan kenaikan harga komoditas mendorong beberapa negara untuk inflasi tinggi, ekonomi melambat, dan resesi ekonomi seperti AS yang sudah dua kali negatif. Sehingga secara teknikal sudah masuk ke dalam resesi dan stagflasi.
Di tengah kenaikan inflasi global tersebut inflasi Indonesia per Juli 2022 sebesar 4,94%, dan ini relatif terkendali jika dibandingkan negara lainnya seperti Jerman yang mengalami inflasi sebesar 7,5% atau Perancis sebesar 6,1%.
"Di mana angka 100 adalah tren jangka panjang. Dan garis dot itu Indonesia berada dalam indeks di atas 100 dan sesudah Indonesia adalah India," ujar Airlangga dalam acara telekonferensi, Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Bamsoet Tegaskan Dukung Airlangga di Pilpres 2024
Airlangga mengatakan, berdasarkan leading indicator CEIC seperti keuangan moneter, pasar tenaga kerja, dan industri. Perekonomian Indonesia diperkirakan masih menguat. Dibandingkan negara lain seperti China, AS, dan Eropa yang perekonomiannya melambat Indonesia dan India posisi perekonomian masih menguat.
"Beberapa negara masih ekspansi termasuk di Indonesia. Sehingga dari probabilitas resesi Indonesia bersama India termasuk persentasenya paling rendah," tambah Airlangga.
Dia mengatakan kenaikan harga komoditas mendorong beberapa negara untuk inflasi tinggi, ekonomi melambat, dan resesi ekonomi seperti AS yang sudah dua kali negatif. Sehingga secara teknikal sudah masuk ke dalam resesi dan stagflasi.
Di tengah kenaikan inflasi global tersebut inflasi Indonesia per Juli 2022 sebesar 4,94%, dan ini relatif terkendali jika dibandingkan negara lainnya seperti Jerman yang mengalami inflasi sebesar 7,5% atau Perancis sebesar 6,1%.
Lihat Juga :