Menko Airlangga Optimistis Indonesia Tidak Masuk Jurang Resesi
Selasa, 02 Agustus 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Adapun proyeksi probabilitas resesi tertinggi ada pada negara Sri Lanka yang sebesar 85 persen, New Zealand 33 persen, Korea Selatan dan Jepang 25 persen. Secara global, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen. Melalui hal itu Airlangga optimistis hingga akhir tahun perekonomian RI masih akan tumbuh. Airlangga optimistis di 2022 ini perekonomian dapat tumbuh sebesar 5,2% year on year (yoy).
"Sampai akhir tahun kami masih optimis kuartal II juga diperkirakan sedikit dari 5 persen. Kalau itu bisa kita juga di kuartal III maka angka 5,2 persen hingga akhir tahun ini bisa kita capai," jelasnya.
Dia menejalskan pertumbuhan ekonomi juga bergantung pada pengendalian pandemi dengan didukung perbaikan sistem ketahanan kesehatan, kemudian dari responsifnya kebijakan ekonomi yang tepat termasuk kebijakan fiskal dan moneter untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat, penciptaan lapangan kerja secara signifikan, serta kesiapan bertransformasi menggunakan teknologi digital dalam banyak bidang di masa depan.
Pada saat yang sama, pemerintah juga melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp455,62 triliun yang berperan dalam percepatan pemulihan pasca pandemi. Adapun per 22 Juli 2022 telah terealisasi hingga Rp146,7 triliun atau 32,2% dari total anggaran PEN tersebut.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan strategi pendapatan negara dari windfall profit ekspor komoditas unggulan untuk menjadikan APBN sebagai shock absorber. Anggaran pemerintah, termasuk pemberian subsidi dan bantuan sosial, dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat terutama bagi mereka yang miskin dan rentan, serta menjaga momentum pemulihan ekonomi.
Stabilitas harga juga akan terus dijaga pemerintah melalui berbagai langkah responsif seperti operasi pasar, menambah produktivitas untuk meningkatkan pasokan pangan, merampingkan distribusi suplai komoditas pangan, berkomunikasi efektif untuk membentuk ekspektasi masyarakat atas harga, bekerja sama dengan daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan pokok, dan mendukung terciptanya ekosistem stabilitas harga dengan menjaga keseimbangan sisi pasokan dan permintaan.
Baca Juga: Hadiri Pameran Jagantara, Airlangga Hartarto Cicipi Kue Pancong dan Gudeg
"Sampai akhir tahun kami masih optimis kuartal II juga diperkirakan sedikit dari 5 persen. Kalau itu bisa kita juga di kuartal III maka angka 5,2 persen hingga akhir tahun ini bisa kita capai," jelasnya.
Dia menejalskan pertumbuhan ekonomi juga bergantung pada pengendalian pandemi dengan didukung perbaikan sistem ketahanan kesehatan, kemudian dari responsifnya kebijakan ekonomi yang tepat termasuk kebijakan fiskal dan moneter untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat, penciptaan lapangan kerja secara signifikan, serta kesiapan bertransformasi menggunakan teknologi digital dalam banyak bidang di masa depan.
Pada saat yang sama, pemerintah juga melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp455,62 triliun yang berperan dalam percepatan pemulihan pasca pandemi. Adapun per 22 Juli 2022 telah terealisasi hingga Rp146,7 triliun atau 32,2% dari total anggaran PEN tersebut.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan strategi pendapatan negara dari windfall profit ekspor komoditas unggulan untuk menjadikan APBN sebagai shock absorber. Anggaran pemerintah, termasuk pemberian subsidi dan bantuan sosial, dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat terutama bagi mereka yang miskin dan rentan, serta menjaga momentum pemulihan ekonomi.
Stabilitas harga juga akan terus dijaga pemerintah melalui berbagai langkah responsif seperti operasi pasar, menambah produktivitas untuk meningkatkan pasokan pangan, merampingkan distribusi suplai komoditas pangan, berkomunikasi efektif untuk membentuk ekspektasi masyarakat atas harga, bekerja sama dengan daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan pokok, dan mendukung terciptanya ekosistem stabilitas harga dengan menjaga keseimbangan sisi pasokan dan permintaan.
Baca Juga: Hadiri Pameran Jagantara, Airlangga Hartarto Cicipi Kue Pancong dan Gudeg
Lihat Juga :