Menjaga Daya Beli Masyarakat Kunci Hadapi Stagflasi
Selasa, 02 Agustus 2022 - 23:37 WIB
loading...
A
A
A
Kendati begitu, lanjutnya risiko sektor asuransi muncul dari potensi kenaikan klaim yang tajam seiring dengan turunnya premi (underwriting) dan investasi yang buruk. Oleh sebab itu, konsolidasi berdasarkan lini usaha dan permodalan menjadi penting bagi sektor asuransi "Kinerja Asuransi terbukti sangat dipengaruhi oleh besarnya kapital/modal dan kekuatan melakukan mitigasi resiko sangat tergantung modal perusahaan," sebutnya.
Chief Economist and Head of Economic Research Division PT SMF Martin Siyaranamual, menyebutkan bahwa terdapat dua kegiatan bisnis utama PT SMF, yaitu pembiayaan dan sekuritisasi. Selama periode 2009-2021, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp.63,3 triliun dan total nilai sekuritisasi mencapai Rp.13,3 triliun.
"Dari sisi pembiayaan, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009 - 2012 terhadap pembentukan PDB mencapai sebesar Rp.114,4 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1 miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp 1,81 Miliar," ungkapnya.
Selain kontribusi terhadap PDB, kegiatan pembiayaan juga mendorong penyerapan tenaga kerja. Selama periode 2009 -2021, total pembiayaan yang telah disalurkan PT SMF mampu mendorong penyerapan tenga kerja sebesar 686.629 individu.
Baca Juga: Stagflasi Menghantui
Sedangkan dari sisi sekuritisasi, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009-2012 terhadap pembentukan PDB mencapai sebesar Rp 20,9 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1 miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp 1.57 Miliar. "Selain itu, kegiatan sekuritisasi PT SMF juga mendorong penyerapan tenaga kerja hingga sebesar 144.282 individu," tutupnya.
Chief Economist and Head of Economic Research Division PT SMF Martin Siyaranamual, menyebutkan bahwa terdapat dua kegiatan bisnis utama PT SMF, yaitu pembiayaan dan sekuritisasi. Selama periode 2009-2021, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp.63,3 triliun dan total nilai sekuritisasi mencapai Rp.13,3 triliun.
"Dari sisi pembiayaan, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009 - 2012 terhadap pembentukan PDB mencapai sebesar Rp.114,4 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1 miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp 1,81 Miliar," ungkapnya.
Selain kontribusi terhadap PDB, kegiatan pembiayaan juga mendorong penyerapan tenaga kerja. Selama periode 2009 -2021, total pembiayaan yang telah disalurkan PT SMF mampu mendorong penyerapan tenga kerja sebesar 686.629 individu.
Baca Juga: Stagflasi Menghantui
Sedangkan dari sisi sekuritisasi, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009-2012 terhadap pembentukan PDB mencapai sebesar Rp 20,9 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1 miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp 1.57 Miliar. "Selain itu, kegiatan sekuritisasi PT SMF juga mendorong penyerapan tenaga kerja hingga sebesar 144.282 individu," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :