Impor Baja RI Tembus 10,2 Juta Ton, Kemandirian Industri Jadi Perhatian Erick Thohir
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 10:28 WIB
loading...
Impor baja Indonesia masih masih sangat tinggi atau setara 10,2 juta ton per tahun, ketika produksi baja nasional tercatat meningkat. Hal ini diakui oleh Menteri Erick Thohir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Impor baja Indonesia masih masih sangat tinggi atau setara 10,2 juta ton per tahun. Padahal, produksi baja nasional pun tercatat meningkat. Pernyataan tersebut dikonfirmasi langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Baca Juga: Impor Baja Kembali Meningkat, Hipmi: Perlu Ketegasan Pemerintah
Dia menilai masifnya importasi baja berdampak pada kemandirian industri baja dalam negeri. Adapun produsen baja milik negara saat ini adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Sebagai bahan baku utama pembangunan infrastruktur, impor baja justru menguras atau memboros uang negara, lantaran nilai yang digelontorkan jauh lebih tinggi dibandingkan menggunakan baja produksi dalam negeri.
"Impor baja di Indonesia kurang lebih 10,2 juta ton. Dan produksi kita terus meningkat, tentu kemandirian industri baja dalam negeri ini juga harus menjadi perhatian, kenapa? Karena baja ini merupakan bahan baku utama dalam pembangunan infrastruktur, pembangunan perumahan, properti, dan lain lain. Kalau ini impor kan sayang, kita punya pemasukan sebagai negara," ungkap Erick Thohir dalam sesi wawancara bersama iNews, dikutip Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Impor Baja Kembali Meningkat, Hipmi: Perlu Ketegasan Pemerintah
Dia menilai masifnya importasi baja berdampak pada kemandirian industri baja dalam negeri. Adapun produsen baja milik negara saat ini adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Sebagai bahan baku utama pembangunan infrastruktur, impor baja justru menguras atau memboros uang negara, lantaran nilai yang digelontorkan jauh lebih tinggi dibandingkan menggunakan baja produksi dalam negeri.
"Impor baja di Indonesia kurang lebih 10,2 juta ton. Dan produksi kita terus meningkat, tentu kemandirian industri baja dalam negeri ini juga harus menjadi perhatian, kenapa? Karena baja ini merupakan bahan baku utama dalam pembangunan infrastruktur, pembangunan perumahan, properti, dan lain lain. Kalau ini impor kan sayang, kita punya pemasukan sebagai negara," ungkap Erick Thohir dalam sesi wawancara bersama iNews, dikutip Jumat (5/8/2022).
Lihat Juga :