Erick Thohir Rombak Direksi Wijaya Karya, Berikut Susunan Terbaru
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 21:24 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Usaha Wijaya Karya (WIKA). Pengangkatan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan menggantikan Direktur sebelumnya yang mendapatkan penugasan di BUMN lain.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa kehadiran Hadjar menjadi bentuk penyegaran untuk tetap menjaga performa perusahaan dalam rangka menjawab kepercayaan dari pemegang saham dan publik. Di sisi kinerja, WIKA mencatatkan raihan kontrak baru sebesar Rp13,8 triliun hingga Juni 2022. Nilai ini naik 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Perolehan tersebut disumbangkan sebagian besar oleh sektor infrastruktur dan bangunan gedung, disusul oleh industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, serta realty dan property," ungkap Agung, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Erick Thohir: BUMN Jangan Jadi Dinosaurus yang Tak Mampu Beradaptasi
Dalam deretan kontrak baru yang diraih WIKA hingga Juni 2022, terdapat proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali yang dipercayakan oleh Kementerian PUPR. Proyek ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.
Agung mengungkapkan proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali menjadi bentuk kepercayaan Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada WIKA dalam mengerjakan infrastruktur yang akan dilewati oleh para kepala negara pada event berkelas dunia.
Selain preservasi jalan dan jembatan di Bali, WIKA juga tengah mengerjakan sejumlah proyek pendukung G20 diantaranya pembangunan jalan dan jembatan Labuan Bajo – Tana Mori juga melakukan revitalisasi ruangan VVIP pada Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa kehadiran Hadjar menjadi bentuk penyegaran untuk tetap menjaga performa perusahaan dalam rangka menjawab kepercayaan dari pemegang saham dan publik. Di sisi kinerja, WIKA mencatatkan raihan kontrak baru sebesar Rp13,8 triliun hingga Juni 2022. Nilai ini naik 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Perolehan tersebut disumbangkan sebagian besar oleh sektor infrastruktur dan bangunan gedung, disusul oleh industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, serta realty dan property," ungkap Agung, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Erick Thohir: BUMN Jangan Jadi Dinosaurus yang Tak Mampu Beradaptasi
Dalam deretan kontrak baru yang diraih WIKA hingga Juni 2022, terdapat proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali yang dipercayakan oleh Kementerian PUPR. Proyek ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.
Agung mengungkapkan proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali menjadi bentuk kepercayaan Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada WIKA dalam mengerjakan infrastruktur yang akan dilewati oleh para kepala negara pada event berkelas dunia.
Selain preservasi jalan dan jembatan di Bali, WIKA juga tengah mengerjakan sejumlah proyek pendukung G20 diantaranya pembangunan jalan dan jembatan Labuan Bajo – Tana Mori juga melakukan revitalisasi ruangan VVIP pada Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali.
Lihat Juga :