Tingkatkan Kualitas SDM, Kampus Transportasi Darat Indonesia Buka Program Pascasarjana

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 23:00 WIB
loading...
Tingkatkan Kualitas...
PTDI-STTD perhubungan transportasi darat membuka program studi pascasarjana. FOTO/Istimewa
A A A
JAKARTA - Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perhubungan transportasi darat dengan membuka program studi pascasarjana yang pertama.

"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui jalur akademik dengan memberikan pengetahuan komprehensif di bidang transportasi darat melalui dua program magister yang ditawarkan kepada calon mahasiswa," kata Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD Ahmad Yani dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Baca Juga: Mahasiswa Papua Lulus Pascasarjana karena Ganjar, Orang Tua Enggan Pulang Setelah Wisuda

Ia menjelaskan, PTDI-STTD merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Adapun dua program studi yang ditawarkan itu yakni Pemasaran, Inovasi dan Teknologi serta Teknik Keselamatan dan Risiko.

Beberapa mata kuliah pada Program Studi Pemasaran, Inovasi dan Teknologi di antaranya Komunikasi Pemasaran, Riset Pemasaran, Inovasi Teknologi, serta Pemasaran Digital dengan jenjang berkarir sebagai brand account manager, direct marketing executive, digital marketing executive ataupun marketing specialist khususnya di industri transportasi darat.

Kata dia, untuk program studi Teknik Keselamatan dan Risiko akan mendapat pemahaman tentang pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menilai keselamatan, risiko, dan keandalan, baik dalam kaitannya dengan desain maupun operasi keselamatan untuk industri transportasi darat dan logistik.

"Masing-masing program studi akan diampu oleh dosen yang berkompeten dengan spesialisasi khusus di bidang transportasi dan bergelar doktor atau profesor serta pakar, tenaga ahli dari kementerian, universitas, lembaga terkait baik dari dalam maupun luar negeri," kata Ahmad.

Ia menyebut dua program studi tersebut ditujukan khususnya bagi calon peserta di lingkungan Kemenhub yang telah berijazah diploma IV atau S1 untuk melanjutkan pendidikan Pascasarjana Magister Terapan dan juga terbuka untuk calon mahasiswa umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pada angkatan pertama pada dua program pascasarjana ini, hanya terdapat 48 bangku bagi calon magister yang dapat mengikuti pendidikan, di mana pada 15 Agustus 2022 ini merupakan hari terakhir pendaftaran yang hanya bisa dilakukan melalui website resmi kami," katanya.

Estimasi waktu untuk menyelesaikan studi, diungkapkannya, selama dua tahun dengan jumlah mata kuliah yang harus diambil sebanyak masing-masing 44 SKS. Ahmad menambahkan, untuk metode pembelajaran PTDI-STTD mengusung metode blended learning atau pembelajaran campuran.

"Kami berusaha menggabungkan berbagai keunggulan dari pengajaran tatap muka langsung dengan pengajaran online sehingga dapat memperluas jangkauan pembelajaran dan pelatihan yang akhirnya dapat berdampak pada hasil belajar yang optimal," ujarnya.

Baca Juga: Kuliah S2 Gratis di Inggris, Beasiswa Chevening Buka Pendaftaran hingga 1 November 2022

Ia menuturkan PTDI-STTD juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk penyelenggaraan penelitian, pendidikan dan pelatihan. "Kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemda, BUMN, BUMD, mitra industri swasta, perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri," katanya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Pool Taksi Listrik Green...
Pool Taksi Listrik Green SM Disidak Kemenhub Imbas Tabrakan KRL dan Argo Bromo
Buntut Tabrakan Kereta...
Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut
Kemenhub Minta Swasta...
Kemenhub Minta Swasta Ikut Terapkan WFA demi Urai Arus Balik Lebaran
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved