Kaya Wisata Sejarah, Sandiaga Dorong Ekonomi di Desa Wisata Gampong Ulee Lheue
Senin, 08 Agustus 2022 - 14:30 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan mengunjungi Desa Wisata Gampong Ulee Lheue di Meuraxa, Banda Aceh. FOTO/Istimewa
A
A
A
ACEH - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan mengunjungi Desa Wisata Gampong Ulee Lheue di Meuraxa, Banda Aceh. Kunjungan tersebut dalam serangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Wisata religi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang datang ke Gampong Ulee Lheue sehingga masuk dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik dalam ADWI 2022. Tentu bukan perkara mudah. Mereka telah melalui proses uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori, yakni daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya); suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya); homestay; toilet umum; digital dan kreatif; cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, yakni Astra.
Baca Juga: Emak-Emak dan Generasi Milenial Jawa Tengah Dukung Ganjar & Sandiaga Uno di Pilpres 2024
Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno disambut dengan tarian Ranup Lampuan sebagai bentuk tarian selamat datang yang dibawakan oleh anak-anak. Setelah sesi pemaparan potensi wisata desa itu, diajak untuk masuk ke Galery Tsunami. Di galeri itu, Menteri Sandiaga Uno bertemu dengan Delisa, salah seorang korban Tsunami tahun 2004 yang kisahnya sempat dijadikan film berjudul Hafalan Shalat Delisa.
Selanjutnya, Sandiaga dan rombongan masuk ke dalam Masjid Baiturrahim, yang sempat menjadi saksi biksu peristiwa Tsunami tahun 2004 dan kini menjadi Cagar Budaya. Bersama seluruh rombongan, Sandiaga melanjutkan berjalan kaki menuju pantai cermin untuk melihat atraksi budaya Tarek Pukat, yaitu sebuah cara tradisional saat menangkap ikan yang dipimpin langsung oleh Panglima Laot.
Wisata religi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang datang ke Gampong Ulee Lheue sehingga masuk dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik dalam ADWI 2022. Tentu bukan perkara mudah. Mereka telah melalui proses uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori, yakni daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya); suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya); homestay; toilet umum; digital dan kreatif; cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, yakni Astra.
Baca Juga: Emak-Emak dan Generasi Milenial Jawa Tengah Dukung Ganjar & Sandiaga Uno di Pilpres 2024
Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno disambut dengan tarian Ranup Lampuan sebagai bentuk tarian selamat datang yang dibawakan oleh anak-anak. Setelah sesi pemaparan potensi wisata desa itu, diajak untuk masuk ke Galery Tsunami. Di galeri itu, Menteri Sandiaga Uno bertemu dengan Delisa, salah seorang korban Tsunami tahun 2004 yang kisahnya sempat dijadikan film berjudul Hafalan Shalat Delisa.
Selanjutnya, Sandiaga dan rombongan masuk ke dalam Masjid Baiturrahim, yang sempat menjadi saksi biksu peristiwa Tsunami tahun 2004 dan kini menjadi Cagar Budaya. Bersama seluruh rombongan, Sandiaga melanjutkan berjalan kaki menuju pantai cermin untuk melihat atraksi budaya Tarek Pukat, yaitu sebuah cara tradisional saat menangkap ikan yang dipimpin langsung oleh Panglima Laot.
Lihat Juga :