Alternatif Hadapi Krisis Pupuk, Mentan: Air Dicampur Terasi, Dicampur Doa

Selasa, 09 Agustus 2022 - 21:45 WIB
loading...
Alternatif Hadapi Krisis...
Mentan SYL meminta petani mencari alternatif pengganti pupuk subsidi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PerangRusia-Ukraina yang masih terjadi bakal memengaruhi pasokan dan ketersediaan pupuk Indonesia. Para petani pun diminta untuk memitigasi kondisi tersebut dengan mencari alternatif untuk pupuk subsidi.

Baca juga: Tahun Ini Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

"Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu. Kita adaptasi dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk subsidi. Ayo kita gunakan pupuk yang ramah lingkungan, tetapi penyuburannya bisa tetap kita lakukan," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sebuah webinar dikutip Senin (8/8/2022).

"Semua kearifan lokal, misalnya air dicampur terasi, dicampur doa ternyata hasilnya bagus, kita coba pikir seperti itu," sambung Mentan.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan, beberapa negara saat ini telah mengalami krisis pupuk yang berdampak pada krisis pangan. Mentan mengharapkan para petani mencoba untuk menghadirkan pupuk organik dan tidak ketergantungan dengan pupuk subsidi.

Menurutnya kondisi yang demikian terjadi bakal membuat harga pupuk semakin mahal, otomatis belanja pemerintah terhadap pupuk luar juga bakal lebih tinggi. Maka opsi yang dilakukan pemerintah adalah mengurangi pembelian pupuk, dan melakukan efisiensi terhadap penggunaannya.

"Amerika sekarang bersoal karena semua subdisi pupuk dicabut oleh pemerintah, Indonesia tidak (dicabut). Presiden mengatakan tetap pupuk, cuma efektifkan, yang tidak perlu dikasih jangan dikasih, yang bocor hindari. Ketiga jenis pupuk disederhanakan, sesuai dengan yang dibutuhkan," kata Mentan.

Di samping itu menurutnya penggunaan pupuk kimia juga tidak baik untuk kesuburan tanah, maka saat ini menjadi momen yang tepat untuk para petani mencari dan membuat pupuk organik untuk tanaman.

Baca juga: Bikin Keributan di Kota Yamaguchi, Gerombolan Monyet Jepang Dieksekusi

"Pupuk bakal langka di dunia, harus ada pupuk organik. Pertanian modern tidak harus dengan kimia, modern dengan mengangkat kearifan lokal yang berarti lebih baik," pungkas Mentan.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasikan Command Center,...
Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved