Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa

Kamis, 23 April 2026 - 09:13 WIB
loading...
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia siap menjual gas alam ke China dengan harga sepertiga lebih murah dari pembeli Eropa. FOTO/Russias Pivot to Asia
A A A
MOSKOW - Rusia akan menjual gas alam ke China dengan harga sepertiga lebih murah dari pembeli Eropa dalam waktu dekat, menurut laporan Bloomberg yang diterbitkan Minggu lalu. Hal itu menyoroti betapa mahalnya biaya finansial bagi pivot energi Moskow ke timur.

Harga gas Rusia untuk China diproyeksikan rata-rata USD258,80 per 1.000 meter kubik tahun ini atau 38% lebih rendah dari harga rata-rata untuk pembeli Eropa yang tersisa, kata dua orang yang mengetahui rencana pemerintah yang dikutip Bloomberg. "Diskon ini akan menyempit secara bertahap selama tiga tahun ke depan, tetapi masih mencapai lebih dari 27% pada 2029," ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Dua Tanker Raksasa Iran Berhasil Tembus Blokade AS, Boyong 4 Juta Barel Minyak

Tahun lalu, Rusia menjual gas pipa ke China dengan harga rata-rata USD248,70 per 1.000 meter kubik, juga lebih dari 38% di bawah harga Eropa. Kesenjangan yang lebar ini menggarisbawahi bagaimana China, kini pelanggan gas terbesar Rusia, jauh kurang menguntungkan dibandingkan pasar Eropa yang sebagian besar hilang setelah invasi penuh Rusia ke Ukraina.

CEO Gazprom Alexey Miller mengakui harga rendah tersebut dikaitkan dengan dengan kedekatan ladang gas Siberia dengan pelanggan China. Pengiriman melalui pipa Power of Siberia mencapai kapasitas tahunan penuh sebenyak 38 miliar meter kubik pada 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Rekomendasi
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved