Program PEN, Kementerian dan Lembaga Harus Terintegrasi

Senin, 29 Juni 2020 - 22:19 WIB
loading...
Program PEN, Kementerian...
Anggota Banggar FKB DPR RI mengkritik bahwa pihaknya belum melihat adanya sinergi program dalam dalam kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah melaksanakan sidang perumusan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 yang disusun dengan fokus pada agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran PEN terus meningkat dari Rp405 triliun dan terus membengkak hingga Rp 905,10 triliun. Program-program dalam agenda PEN ini nantinya dilaksanakan oleh berbagai Kementrian dan Lembaga (K/L).

Pembengkakan anggaran sejauh ini masih dalam koridor Undang-undang Nomor 2 tahun 2020 tentang penetapan Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Desease 2019. Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi yang berlangsung Kamis (25/6) lalu.

(Baca Juga: Sandiaga Uno: Program Pemulihan Ekonomi Berjalan Sangat Pelan )

Anggota Banggar FKB DPR RI Siti Mukaromah mengkritik bahwa pihaknya belum melihat adanya sinergi program dalam dalam kebijakan Pemerintah. Menurutnya antara Kementerian dan Lembaga memiliki beberapa program sejenis.

“Saya belum melihat ada sinergi program dalam kebijakan Pemerintah saat ini. Kita lihat program pendampingan UMKM misalnya. Hampir seluruh Kementrian dan Lembaga memunculkan tema pendampingan dan pemberdayaan UMKM/IKM. Tapi kami tidak melihat agenda sejumlah Kementerian dan Lembaga tersebut disusun berdasar desain skema program yang terintegrasi,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Erma (sapaan akrab Siti Mukaromah), kendati sama-sama mentarget UMKM/IKM, masing-masing tampak berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada sinergi diantara Kementerian dan Lembaga. “Menkop, Mendag, Menperin mempunyai program untuk UMKM. Bahkan kita tahu Menpora saja ada tema UMKM. Tapi ada koordinasi nggak di antara mereka?,” tegas Erma yang juga Ketua Umum Perempuan Bangsa PKB.

(Baca Juga: Biaya Penanganan Covid-19 Rp695,2 Triliun, APBN Dipastikan Kredibel )

Menurutnya, apabila program berdasar pada skema yang terintegrasi, kegiatan bisa sinergis karena masing-masing Kementrian dan Lembaga menjalankan program dengan pembagian tugas sesuai bidang dan sektornya. “Kalau Kementrian dan Lembaga saat ini jalan sendiri-sendiri, sehingga membuat anggaran semakin tidak efisien. Semua seperti tengah berlomba menunjukkan ‘prestasi sektoral’ masing-masing,” tambah dia.

Erma menegaskan, bahwa alokasi anggaran sebesar Rp905,10 triliun itu harus benar-benar berbasis pada kebutuhan masyarakat, sehingga agenda PEN sebagai strategi menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19 dapat menjadi penopang kebangkitan ekonomi Indonesia. Dalam pelaksanaannya harus ada program yang terintegrasi dan kerja sinergis antar Kementrian dan Lembaga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Temukan Dugaan Manipulasi...
Temukan Dugaan Manipulasi Sistem, Purbaya Potong Anggaran Lembaga/Kementerian
Kementerian PU Digeledah,...
Kementerian PU Digeledah, Menteri Dody Tegaskan Setiap Rupiah Dipakai Transparan dan Akuntabel
Soal Anggaran Jumbo,...
Soal Anggaran Jumbo, Kepala BGN Dadan Hindayana: Kami Miliki Rp335 Triliun Tak Benar
Purbaya Matangkan Skenario...
Purbaya Matangkan Skenario Efisiensi, Anggaran Kementerian Dipotong Besar-besaran
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Purbaya Ancam Tarik...
Purbaya Ancam Tarik Sisa Anggaran Kementerian dan Lembaga dengan Serapan Rendah
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Cegah Kebocoran Anggaran,...
Cegah Kebocoran Anggaran, Kementrans Bakal Replikasi Sistem Pengawasan Digital Komdigi
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Berita Terkini
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved