Ekonom: Tarif Baru Ojol Bisa Bikin Inflasi Makin Tinggi

Kamis, 11 Agustus 2022 - 21:29 WIB
loading...
Ekonom: Tarif Baru Ojol...
Kenaikan tarif ojek online diperkirakan akan berdampak pada berbagai aspek ekonomi, termasuk mengerek inflasi. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif ojek online (ojol) diperkirakan akan berdampak pada berbagai aspek ekonomi. Salah satunya adalah memicu inflasi lebih tinggi.

"Biaya transportasi yang kemungkinan meningkat bisa menyebabkan inflasi secara umum. Inflasi transportasi per Juli 2022 sudah cukup tinggi, dimana secara YoY (year on year) sudah di level 6,65%, tertinggi kedua setelah makanan, minuman, dan tembakau," kata Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda kepada media, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Ojek Online, Ini Rinciannya

Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan kembali kebijakan untuk menaikkan tarif ojol. Terlebih, saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai kebijakan untuk menjaga inflasi tetap rendah, mulai dari menjaga subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga pangan. Hal itu dilakukan agar pemulihan ekonomi tetap terjaga.

Sementara, Nailul menduga dalam hal menaikkan tarif ojol, pemerintah belum mempertimbangkan berbagai aspek dari kebijakan tersebut. Padahal, selain akan mengerek inflasi, kenaikan tarif ojol menurutnya juga akan mendorong masyarakat pengguna ojol ke moda transportasi lain atau bahkan kembali ke kendaraan pribadi. "Jika menggunakan kendaraan pribadi, itu akan menambah kemacetan dan kerugian ekonomi akan bertambah," cetusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Berita Terkini
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved