Kenaikan Tarif Ojol Ketinggian, Ekonom: Inflasi Bisa Makin Liar
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
“Menurut saya, sebelum ada kenaikan tarif ojol inflasi akan berada di kisaran 5-6%. Mengapa sebesar itu, karena banyak produsen belum mentransmisikan kenaikan harga-harga bahan baku terhadap harga jual kepada konsumen. Padahal, inflasi di tingkat produsen itu sudah lebih dari 10%. Sementara inflasi di tingkat konsumen masih 4%,” urainya.
Ditambah kenaikan tarif ojol yang tinggi ini, lanjut Piter, dapat menjadi pemicu bagi produsen untuk mulai menerapkan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen.
Begitu pun dengan pelaku usaha sektor mikro atau UMKM yang terkait dengan ojol seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau makanan lain yang pembeliannya melalui aplikasi, akan mengalami kenaikan.
Baca juga: Tarif Ojol Dikerek Naik, Grab Indonesia Angkat Bicara
Hal itu dapat membuat penjualan makanan melalui aplikasi turun dan membuat pelaku UMKM terdampak dan kesulitan berusaha di saat mereka mencoba bangkit usai pandemi.
Sedangkan UMKM yang tidak terkait dengan ojol, secara tidak langsung juga akan terdampak oleh kenaikan harga pangan dan barang akibat produsen besar turut menaikkan harga.
“Jadi, akibat dari kebijakan kenaikan tarif ini, efek bola saljunya sangat besar, dan bisa memicu inflasi menjadi liar,” tukasnya.
Ditambah kenaikan tarif ojol yang tinggi ini, lanjut Piter, dapat menjadi pemicu bagi produsen untuk mulai menerapkan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen.
Begitu pun dengan pelaku usaha sektor mikro atau UMKM yang terkait dengan ojol seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau makanan lain yang pembeliannya melalui aplikasi, akan mengalami kenaikan.
Baca juga: Tarif Ojol Dikerek Naik, Grab Indonesia Angkat Bicara
Hal itu dapat membuat penjualan makanan melalui aplikasi turun dan membuat pelaku UMKM terdampak dan kesulitan berusaha di saat mereka mencoba bangkit usai pandemi.
Sedangkan UMKM yang tidak terkait dengan ojol, secara tidak langsung juga akan terdampak oleh kenaikan harga pangan dan barang akibat produsen besar turut menaikkan harga.
“Jadi, akibat dari kebijakan kenaikan tarif ini, efek bola saljunya sangat besar, dan bisa memicu inflasi menjadi liar,” tukasnya.
Lihat Juga :