Pacu Peran Generasi Muda untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi

Senin, 15 Agustus 2022 - 15:25 WIB
loading...
Pacu Peran Generasi...
Generasi muda yang adaptif terhadap perubahan diharapkan mampu mengambil peluang dalam mengembangkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan platform digital. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar terhadap cara orang berinteraksi dan berkomunikasi, bertransaksi, dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Pasalnya, pandemi mengakselerasi digitalisasi, di mana semakin banyak orang memanfaatkan teknologi informasi dan internet dalam kegiatan sehari-hari di tengah pembatasan mobilitas.

Generasi muda sebagai pengguna terbanyak internet dan media sosial yang adaptif terhadap perubahan diharapkan mampu mengambil peluang dalam mengembangkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan platform digital.

Dalam webinar bertema “Bangkit Pasca Pandemi! Bangun Perekonomian Daerah Berbasis Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Senin (8/8), Inspirator Dasterpreneur Azura mengatakan, perkembangan teknologi digital membantu kerja-kerja pelaku UMKM dalam meningkatkan bisnisnya, yang akhirnya akan berkontribusi pada ekonomi daerah dan secara nasional.

Pada era pandemi, UMKM dituntut untuk menyesuaikan proses bisnis dan pelayanan terhadap konsumen supaya lebih cepat dan efektif. Sebagaimana diketahui, hampir seluruh kegiatan ekonomi mandek akibat pandemi, tak terkecuali UMKM.

“Digitalisasi membantu UMKM untuk bangkit pasca pandemi. Jika margin profitnya meningkat, penyerapan tenaga kerja bertambah, otomatis perputaran uang di daerah tempat UMKM itu beroperasi pun makin banyak,” ujarnya, dikutip Senin (15/8/2022).

Baca juga: Keren, 20 UKM Siap Produksi Merchandise Resmi G20 Indonesia

Dia menegaskan, UMKM punya peran strategis dalam pembangunan nasional. “UMKM yang go internasional menjadi sarana menambah devisa negara,” imbuh Azura dalam webinar yang ditujukan khususnya bagi komunitas di Sulawesi dan sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, Humas Pemprov Sulsel Mudrikan Hidayat Nacong mengatakan, perkembangan teknologi digital dapat mendorong berkembangnya seni dan budaya. Masyarakat pun kini sampai pada era ekonomi kreatif, setelah melalui berbagai era seperti pertanian, industri, dan informasi. “Di tengah ketidakpastian global, ekonomi kreatif jadi harapan baru,” ucapnya.

Baca juga: HAKI Bisa Jadi Jaminan Pembiayaan, Wamenparekraf Angela: Terobosan Regulasi Perkuat Ekraf RI!

Dia pun menjabarkan beberapa subsektor ekonomi kreatif (ekraf), yaitu arsitektur, desain interior, diskomvis, desain produk, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fashion, aplikasi dan game developer, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, dan seni rupa.

“Peluang yang mendorong pengembangan ekraf antara lain karena adanya bonus demografi, meningkatnya permintaan produk ekraf, meningkatnya jumlah kelas menengah, berkembangnya gaya hidup digital, serta potensi kekayaan alam dan budaya,” paparnya.



Koordinator Jaringan Japelidi sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi UGM Novi Kurnia menambahkan, transaksi digital semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia. “Mayoritas adalah generasi muda. Ini karena mereka relatif lebih cepat beradaptasi dengan teknologi,” tukasnya.

Dia melanjutkan, pandemi mendorong perubahan gaya hidup semakin tinggi, dari kegiatan akademis hingga bisnis. Ekonomi digital pun meningkat cepat.

“Tantangan pengembangan kewirausahaan digital bagi generasi muda daerah meliputi target pengguna, inovasi dan kolaborasi, strategi marketing digital, dan literasi digital. Literasi digital ini meliputi kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital,” bebernya.

Dengan hadirnya program GNLD oleh Kementerian Kominfo diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Sederet Tantangan Generasi...
Sederet Tantangan Generasi Muda Masuk Dunia Kerja, Apa Saja?
BSI Buka Akses Investasi...
BSI Buka Akses Investasi Reksa Dana untuk Generasi Muda
AP Solution Day 2026...
AP Solution Day 2026 Dorong Transformasi Digital melalui Solusi AI
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved