alexametrics

Pendapatan Lippo Karawaci Naik Tipis Tembus Rp3,1 Triliun

loading...
Pendapatan Lippo Karawaci Naik Tipis Tembus Rp3,1 Triliun
Pendapatan Lippo Karawaci naik tipis tembus Rp3,1 triliun. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sepanjang kuartal I 2020 membukukan total pendapatan sebesar Rp3,10 triliun, meningkat 8,5% dari Rp2,86 triliun pada pada periode yang sama di 2019.

CEO LPKR John Riady mengatakan, pada kuartal I 2020, bisnis Real Estate Development tumbuh 12,3% menjadi Rp678 miliar yang bersumber dari Orange County yang dalam tahap penyelesaian serta penjualan lahan komersial dan rumah toko serta penjualan lahan industri.

Hal ini mendorong pendapatan LPCK naik 44% menjadi Rp574 miliar pada akhir Maret 2020 dari Rp399 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.



Di samping itu, kontribusi terbesar terhadap pendapatan, dari segmen bisnis Healthcare, terus bertumbuh dengan peningkatan pendapatan sebesar 9,7% menjadi Rp1,88 triliun pada kuartal pertama 2020 dari Rp1,71 triliun pada akhir Maret 2019. Baca: Kinerja Solid, Saham Anak Usaha Grup Lippo Ini Pekan Lalu Naik Dua Digit

"Tanda positif lainnya pada kuartal I 2020 adalah peningkatan pra penjualan sebesar 13% menjadi Rp703 miliar dari Rp623 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu," ujar John dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

John memaparkan, komplek apartemen Orange County telah memasuki masa penyelesaian pembangunan dan mencatatkan pendapatan Rp279 miliar di kuartal I 2020, atau meningkat 62% dari Rp172 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, penjualan lahan industri sebesar Rp59 miliar serta penjualan lahan komersial dan rumah toko sebesar Rp57 miliar di kuartal I 2020, dibandingkan tidak ada penjualan pada kuartal I 2019, turut mendorong pertumbuhan pendapatan LPCK.

Untuk Siloam Hospitals mencatat pertumbuhan pendapatan yang sehat di kuartal I 2020 sebesar 9,7% menjadi Rp1,88 triliun dari Rp1,71 triliun di tahun sebelumnya. "Jumlah tersebut berkontribusi 77,5% dari total pendapatan recurring di kuartal pertama 2020 dibandingkan dengan kontribusi sebesar 75,9% di kuartal I 2019," jelas John.

Pada kuartal I 2020, Siloam mengoperasikan 37 rumah sakit di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, pendapatan LPKR dari segmen bisnis Real Estate Management & Services meningkat 7,3% menjadi Rp2,4 triliun, yang merupakan 77% dari total pendapatan di kuartal I 2020 dibandingkan dengan 77,9% di kuartal I 2019.

John menuturkan, LPKR membukukan laba bruto sebesar Rp1,33 triliun di kuartal I 2020 dibandingkan dengan Rp1,24 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara EBITDA LPKR di kuartal I 2020 meningkat 50,4% menjadi Rp705 miliar dari Rp469 miliar di kuartal I 2019.

"Sementara itu, kami harus melakukan penyesuaian dengan adanya adopsi PSAK 73 baru-baru ini. PSAK 73 menyebabkan perubahan dari Beban Sewa ke Biaya Bunga, sehingga EBITDA tampak menjadi lebih tinggi," tegas John. Baca: Bantu Penanganan Covid-19 di Jatim, Lippo Karawaci Sumbang 25.000 APD

Dampaknya, lanjut dia, sebesar Rp128 miliar yang menyiratkan normalisasi EBITDA sebesar Rp577 miliar, atau naik 23%. Real Estate Development memimpin pertumbuhan EBITDA, dengan meningkat 108% menjadi Rp148 miliar. Disamping itu, Siloam membukukan pertumbuhan EBITDA yang kuat sebesar 31,3% menjadi Rp304 miliar.

Secara keseluruhan marjin EBITDA telah membaik menjadi 23% di kuartal I 2020 dari 16% di kuartal I 2019. "Namun, sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market, kami mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp2,39 triliun pada kuartal I 2020, karena rupiah terdepresiasi terhadap USD," jelasnya.

Hingga kuartal I 2020 LPKR melaporkan rugi bersih konsolidasian Rp2,12 triliun, dibandingkan dengan laba bersih Rp50 miliar pada periode sama tahun lalu. "Melihat perkembangan nilai tukar saat ini, kami perkirakan akan adanya penyesuaian selisih kurs yang menguntungkan di kuartal II 2020 sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market," tegas John.

Menurut John, pada kuartal I 2020, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan pada rencana transformasinya. Pra Penjualan mencapai Rp703 miliar atau 28% dari target tahun 2020 sebesar Rp2,5 triliun."Lebih penting lagi, pra penjualan kami didorong oleh peluncuran Waterfront Estates di Cikarang yang sangat sukses," katanya.

Selanjutnya, pada semester II 2020, John mengaku perseroan akan meluncurkan proyek perumahan tapak baru di Lippo Village Karawaci, yang menyasar segmen kelas menengah dengan harga yang sangat menarik. "Pada masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kami akan terus berhati-hati dalam mengelola arus kas dan tetap fokus pada keunggulan operasional di bisnis core, properti, dan healthcare," pungkasnya.
(bon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top